Akan tetapi, pada puncak pelaksanaan Pileg
2014 Dapil IV Kabupaten Yahukimo yang berkampanye menyuarakan kepentingan rakyat
UKAM sebelumnya oleh para caleg, pendukung dan partai politik terkubur sudah
tanpa jejak.
Berikut beberapa hal mendasar suara rakyat
UKAM menjadi suara rebutan partai politik :
- Para caleg bermodalkan “anak
putra daerah” tanpa memikirkan kepentingan daerah alias kepentingan umum.
2.Mementingkan kepentingan partai tanpa mementingkan kepentingan daerah alias kepentingan umum3. Adanya bekas tambang yang harus direklamsasikan oleh masing-masing caleg itu sendiri.4. Adanya kecemburuan social diantara anak – anak putra daerah itu sendiri.5. Mementingkan kepentingan individu diatas kepentingan umum.
Dengan demikian, peluang menduduki kursi
legislative kabupaten Yahukimo perwakilan masyarakat UKAM terlewati untuk
beberapa decade lagi. Suara rakyat yang sering berslogan oleh para caleg dengan
sebutan “Suara rakyat adalah suara TUHAN” seolah – olah ucapan dibibir semata. Sehingga
dari jumlah kursi Dapil IV (Distrik Sumtamon, Langda, Seradala, Bomela,
Kwelamdua, Sela, Duram & Korupun), kabupaten Yahukimo ini orang UKAM
kemungkinan akan dapat 2 kursi, jika tidak jadi maka akan ada satu kursi.
Hal lain, keterlibatan rakyat sebagai
pendukung maupun simpatisan caleg dari masing – masing partai politik terlihat
adanya tekanan dari masing tim sukses oleh masing – masing partai politik.
Dengan mengandalkan 5 hal diatas pelambiasannya melibatkan rakyat yang
sebenarnya adalah bukan actor utama. Sungguh melihat situasi ini seolah – olah
rakyat UKAM terbang bagaikan pesawat dalam kehilangan pengendali. Ketika kita
berdiri pada titik itu, kita tidak memastikan kapal apa yang kita gunakan untuk
mengharungi lautan itu, dari arah mana kita datang, berapa jauh perjalanan yang
kita tempuh, kearah mana kita pergi, dan nakodanya siapa.
Dari hal itu, lahirlah sebuah pertanyaan
sederhana, kapankah PERSATUAN & PEMBANGUNAN daerah UKAM akan diwujudkan??
Untuk menjawab hal ini, marilah kita belajar berorganisasi dan lakukan hal –
hal berikut ini:
- Belajar merendahkan diri & menurunkan tingginya ego dari dalam diri
kita.
§ Belajar menurunkan mempertahankan prinsip yang sebetulnya tidak ada keuntungan dan atau tidak membuat diri kita sukses§ Belajar mempertanggung jawabkan setiap ide/gagasan yang kita keluarkan§ Belajar menyerap segala informasi dari berbagai sumber dan mampu mengimplementasikan dalam dunia organisasi kita.
“Anda
akan disebut HEBAT, jikalau anda menurunkan ego, merendahkan diri dan setia
menyerap Informasi yang disampaikan” kata Christian, presenter MSS pada
ruang Home prospek di sentani kala itu.
Semoga artikel yang mengulas tentang jurnal
pileg 2014 ini dapat terinspirasi bagi para pembaca sekalian untuk menyiapkan
diri sebagai pemimpin yang disegani rakyat dan yang tentunya pemimpin yang
takut akan Tuhan. Jika dalam ulasan ini termuat hal – hal yang menyinggung para
pembaca sekalian, saya pribadi memohon untuk dimaafkan!
Semoga bermanfaat!
Penulis :
Panuel Maling (Mahasiswa USTJ)
