Tuesday, February 10, 2015

Pentingnya Menulis di Kertas!



Manfaat Menulis di Kertas

Penulis : Panuel Maling (Sekretaris IS-UKAM Wilayah Jayapura)
Ternyata, menulis di kertas memiliki manfaat yang sangat besar jika dibandingkan dengan mengetik di komputer. Dan manfaat menulis di kertas tersebut adalah memperkuat daya ingat  serta kemampuan memahami konsep.
Berdasarkan hasil penelitian terbaru yang dirilis dalam jurnal Psychological Science, menulis dengan menggunakan pulpen dan kertas ternyata lebih meningkatkan kualitas belajar jika dibandingkan dengan menggunakan laptop.
Kesimpulan lain dari penelitian tentang manfaat menulis di kertas adalah bahwa menulis merupakan cara yang baik untuk menyimpan gagasan dalam jangka waktu yang panjang. Manfaat menulis di kertas yang lainnya adalah dapat menguatkan proses belajar yang lebih baik dengan mengetik.
Penelitian tentang manfaat menulis di kertas dilakukan dua orang psikolog dari Princeton dan Universitas California, Los Angeles, Pam Mueller dan Daniel Oppenheimer. Dua psikolog tersebut menguji efek menulis di kertas yang dilakukan mahasiswa dalam dua seri percobaan.
Mahasiswa dibagi dalam dua kelompok. Mereka disuruh mendengarkan materi kuliah dari dosen yang sama. Selanjutnya, mereka diperintahkan juga menyimpan hal-hal penting selama perkuliahan dengan menggunakan berbagai strategi yang mereka suka.
Setelah satu setengah jam, mahasiswa diuji soal materi kuliah. Dan hasilnya adalah mahasiswa yang menggunakan laptop lebih "miskin" soal ide. Mereka lebih banyak menghasilkan catatan, tetapi hanya berupa salinan persis kata demi kata (verbatim) atau "transkrip tanpa otak".
Dan mahasiswa yang menulis di kertas menggunakan pulpen didapat hasil yang jauh lebih baik dalam kualitas belajar.
Jelaslah bahwa manfaat menulis di kertas sangat besar. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa menulis di kertas merupakan cara yang tepat untuk menyimpan dan mengendapkan ide gagasan dalam jangka waktu lama.
Penelitian Lain Tentang Manfaat Menulis Di Kertas
Jika mendasarkan pada penelitian lain yang dipublikasikan Intech tentang manfaat menulis di kertas, ditemukan bahwa menulis dengan tangan akan memberikan kesempatan kepada otak manusia untuk menerima umpan balik atau feed back.
Manfaat menulis di kertas tersebut tidak akan terjadi pada orang yang menggunakan papan ketik (keyboard) untuk menulis.
Logika dari manfaat menulis di kertas adalah bahwa pergerakan yang terjadi ketika menulis dengan tangan akan meninggalkan memori (daya ingat) pada bagian sensormotor otak. Hal tersebutlah yang membantu orang mengenal huruf dan membangun korelasi antara membaca dan menulis.

Semoga artikel ini bermanfaat buat para pembaca sekalian! Teleb!

Sangat Bangga Menjadi Warga GJRP



Sangat Bangga Menjadi Warga Gereja Jemaat Reformasi Papua (GJRP)
Penulis : Panuel Maling (Anggota GJRP)
Gereja Jemaat Reformasi Papua yang disingkat GJRP adalah gereja yang benar bertumbuh dan berkembang dimulai dari kampung ke kota. Gereja ini kini  tidak bisa dipandang sebagai gereja local, tidak bisa dipandang sebagai gereja penyesuaian. GJRP kini telah terbangun sejajar dengan gereja – gereja lain yang berasosiasi di Persekutuan Gereja – Gereja Papua (PGGP). Kini warga GJRP tidak bisa menyangkal diri peran gereja dalam kehidupan pribadi, keluarga, kelompok, kampung, marga, maupun suku. Terobosan Gereja sangat berperan aktif dalam mengembangkan kepribadian, entah melalui pendidikan formal maupun pendidikan non formal. Upaya Gereja dalam mensejahterakan kehidupan jemaatnya melalui pelayanan Rohani maupun Jasmani sangat luar biasa, pergerakan itu dilakukan melalui dua lembaga yang berbadan hukum yakni Yayasan Kristen Pelayanan Sosial Masyarakat Indonesia (YAKPESMI) yang bergerak di bidang pelayanan Jasmani untuk saat ini, sedangkan Yayasan Pendidikan Reformasi Papua (YPRP) bergerak di bidang Pelayanan Rohani. Kedua Yayasan ini bernaung dibawah Gereja Jemaat Reformasi Papua (GJRP) yang diakui dan terdaftar di Kementerian Agama RI dan diakui sebagai gereja nasional itu.

Embrio GJRP berawal dari misi pelayanan Penginjilan yang dilakukan oleh Zending Gereformeerde Gemeenten (ZGG) di Belanda. Tepat 28 Oktober 1963 merupakan titik terbit terang pelayanan GJRP yang berawal di Abenaho, melalui masuknya sang Pekabar Injil Pendeta Gerrit Guijt. Kisah pelayanannya yang menelusuri pelosok – pelosok Papua terkenal dramatic dan penuh dengan mujizat. Meski demikian Injil terus disebar luaskan mulai dari Pass – Valley, Landikma, Nipsan, Langda, Bomela, Sumtamon dan beberapa Pos PI lainnya di wilayah pelayanan GJRP saat ini.

Ungkapan rasa syukur sudah selayaknya wajib di panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang adalah kepala Gereja, dimana oleh karena anugerah-Nya sehingga Ia mengutus seorang Pekabar Injil ke Papua untuk membawa jiwa – jiwa kehadirat-Nya dan memenangkan bagi-Nya. Ditengah tantangan yang penuh dramatic itu, Injil dapat disebar luaskan, sehingga melalui pemberitaan Injil itu kini warga GJRP mengenal pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan social. Terbukti, hanya karena Injil kini orang GJRP mampu menjadi Bupati, Ketua DPRD, Anggota DPRD/DPRP, kepala bagian, kepala bidang, Kepala Distrik, Dokter, anggota TNI/POLRI, Guru, Mantri, Pengusaha, Dosen dan berbagai profesi yang dicapai dan yang paling besar adalah mendirikan sekolah – sekolah unggulan, dimulai dari TK Yakpesmi, SD Yakpesmi, SMP Yakpesmi, SMK Yakpesmi, SMTK C.G.Vreugdenhil, dan STT Reformasi Wamena. Hasilnya sungguh sangat luar biasa, perkembangan itu tersebar di beberapa kabupaten yang ada di pegunungan tengah Papua, yakni Kabupaten Yalimo, Kabupaten Jayawijaya, dan Kabupaten Yahukimo.
Meski perkembangan Gereja sangat mumpuni aktif, tapi tantangan yang datang kepada pribadi, keluarga maupun dalam tubuh Gereja pun sangat besar. Tantangan itu mulai menerobos tubuh jemaat, sehingga eksistensi Gereja mengalami kemunduran. Tantangan itu lahir dari persaingan ekonomi, yang sering disebut dengan harTA, berikutnya adalah karena waniTA, dan tantangan lainnya adalah karena takhTA, yang sering disebut (3 TA). Hal ini dipengaruhi oleh perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang sangat canggih, cepat dan proaktif. Sehingga terkadang jemaat salah menerapkan pentingnya teknologi dengan berkaca pada sisi negative.

Penulis artikel ini pun mengalami tantangan itu, dan dikenal tidak layak karena orang yang paling berdosa dari antara orang berdosa. Tapi meskipun begitu kini penulis menulis artikel ini berazaskan besar anugerah Allah dalam kehidupan pribadi yang harus berbalik pada Kristus, yang berpedoman pada percakapan Nikodemus seorang pimpinan agama Yahudi dengan Tuhan Yesus. Dimana dalam percakapan itu menitik beratkan tentang kelahiran baru, kelahiran baru secara Rohani. Berbicara tentang kelahiran baru adalah berbicara tentang pembaharuan secara total dan menyeluruh. Hal ini sangat tidak mungkin bagi manusia tapi bagi Tuhan, hal itu sangat mudah. Karena Tuhan tidak pernah memperhitungkan sejauh mana kita jatuh dalam dosa, walaupun Ia maha tahu, Tapi Ia mengharapkan seberapa besar hasrat yang lahir untuk berbalik kepada Kristus. Mengakui perbuatan – perbuatan yang bertolak belakang dengan hukum – hukum-Nya dan mengakui Tuhan Yesus sebagai sang Juruselamat manusia yang berdosa.
GJRP telah merayakan Yubelium (50 Tahun) Injil mulai diberitakan, tapi terkadang jemaat menyangkal diri dengan asal gerejanya. Tidak pernah ada dalam hati bahwa oleh karena GJRP setiap orang menjadi umat Allah, mampu menjadi anak – anak terang yang tentunya ditandai dengan perubahan – perubahan yang terjadi dalam kehidupan secara pribadi, kelurga, maupun suku. Betapa besar anugerah Tuhan yang dinyatakan melalui hamba – hamba-Nya tidak bisa dipungkiri, tidak bisa mengelak. Karena oleh Injil warga GJRP diperlihatkan dihadapan public dunia, segala sesuatu yang terjadi, yang dilakukan semuanya hanya semata – mata oleh karena Injil. Dimana Injil yang adalah Kristus sendiri.

Berdasarkan refleksi ini, saya (Panuel) sangat bangga menjadi warga Gereja Jemaat Reformasi Papua (GJRP). Semoga artikel ini sangat bermanfaat buat para pembaca sekalian. Mohon maaf jika pembahasannya tidak lengkap, mohon supaya dapat memberikan tanggapan berupa kritikan dan saran yang bersifat membangun dan tidak bersifat menjatuhkan. TELEB!

Soli Deo Glory..!!

Saturday, February 7, 2015

PENDIDIKAN MAMPU MENGUBAH POLA PIKIR PRIMITIVE




Penulis: Panuel Maling (Sekretaris IS-UKAM Wilayah Jayapura – Papua)

 Perkataan Kaisar Jepang itu dibuktikan dalam sejarah .Jepang bangkit dan menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama untuk menjadi suatu bangsa yang besar. Mereka akhirnya diperhitungkan oleh Negara – Negara barat karena kekuatan ekonominya yang terkenal di benua asia.

Di China juga demikian. Sebuah filosofi dari Negara tirai bambu ini berkata, “Jika anda mau membangun dalam satu tahun, tanamlah jagung. Jika anda mau membangun dalam 20 tahun, tanamlah pohon. Jika anda mau membangun dalam satu generasi, tanamlah manusia.” Filosofi itu menunjukan bahwa pembangunan suatu bangsa berhubungan erat dengan pengembangan kualitas sumber daya manusianya. Pembangunan itu harus dimulai dari pendidikan.

Visi pendidikan di abad ke – 21 yang diungkap oleh UNESCO juga memaparkan hal yang sama tentang pendidikan, yaitu :
1.    Learning to think (belajar bagaimana berpikir)
2.    Learning to do (belajar hidup atau belajar bagaimana berbuat/bekerja)
3.    Learning to be (belajar tetap hidup atau sebagaimana dirinya).
4.    Learning to live together (belajar untuk hidup bersama – sama)

Pertanyaannya, model pendidikan yang bagaimanakah yang sedang dibangun bersama saat ini? Seharusnya model pendidikan yang dibangun harus menghasilkan lulusan – lulusan yang membawa perubahan dalam segala aspek pembangunan daerah dan kehidupan berbangsa.

Di era berlakunya Undang – undang pemerintah No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi pemerintah provinsi Papua merupakan gerbang kebangkitan bangsa Papua dari garis kemiskinan, bukti perhatian pemerintah provinsi Papua terhadap sector pendidikan dapat mengalokasikan dana 30 persen. Kebijakan ini jauh lebih besar dibandingkan dengan aturan perundangan RI, minimalnya harus 20 persen anggaran pertahun yang diberikan untuk porsi Pendidikan. Kebijakan pula mendapat apresiasi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof.Dr.Ir. Mohammad Nuh, DEA di sela – sela kunjungannya ke Papua. “Dalam aturan perundangan RI, minimalnya harus 20 persen anggaran pertahun diberikan untuk porsi Pendidikan, sehingga dengan kebijakan 30 persen di Papua, merupakan bukti kepedulian yang luar biasa dari pemerintah daerah,”ujarnya. Mendikbud berharap alokasi 30 persen ini benar – benar dimanfaatkan dinas, sekolah demi pengembangan sumber daya manusia di Provinsi Papua.
Mengacu pada kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua pada periode 2013 – 2018 ini memberi sinyal positif di daerah – daerah pelosok Papua yang saat ini Pemerintah daerahnya focus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) demi kemajuan daerah tersebut. Terbukti di beberapa Kabupaten Pegunungan Tengah Papua yang dahulu terkenal sebagai daerah terisolir, tertinggal dan terkenal sebagai daerah yang berada dibawah garis kemiskinan, kini kehadiran putra – putri terbaik pegunungan tengah di jajaran pemerintahan provinsi Papua maupun kabupaten/kota dapat diperhitungkan kualitas yang tidak kalah saingnya dengan tenaga kerja dari luar Papua. Bahkan menjadi parometer pembangunan di daerah – daerah terisolir, hal itu dapat dibuktikan hanya melalui pendidikan.

Papua akan dibangun sejajar dengan kemajuan bangsa – bangsa yang lain, hanya melalui Pendidikan. Untuk menjadikan Papua sebagai bangsa yang maju, mandiri dan sejahtera, sector pendidikan harus diprioritaskan dan pada penerapannya harus sejalan dengan irama gubernur dan wakil gubernur saat ini.

Jika di daerah – daerah pegunungan tengah Papua lainnya perhatian penuh pada pengembangan sumber daya manusia, bagaimana dengan daerah Kabupaten Yahukimo? Perhatian khusus pada sector pendidikan di kabupaten yahukimo saat ini terkenal bincang. Hal itu dapat terbukti dari perhatian pemerintah terhadap guru – guru yang saat ini mengabdi di daerah tidak diperhatikan baik kesejahteraan, penyediaan buku – buku yang juga tidak maksimal, serta beberapa kendala yang dialami pada daerah – daerah terpencil tidak diakomodir baik oleh pemerintah melalui dinas bersangkutan. Sungguh! Sangat memprihatinkan dalam keadaan seperti ini, karena hal itu dapat menyebabkan guru – guru yang dulunya menetap di daerah – daerah, sekarang sudah pindah tempat tinggal ke kota. Sehingga anak – anak di daerah terlantar bidang pendidikannya. Di saat seperti ini terjadi di daerah, pemerintah dalam hal dinas bersangkutan, justru menutup mata dalam kondisi seperti ini. Jika ini yang berjalan sejarah kontinyu, bagaimanakah caranya menentukan nasib kabupaten Yahukimo yang sejahtera, mandiri dan menjadi kabupaten yang unggul di Provinsi Papua?

Kemajuan sector pendidikan di daerah ini terkesan prihatin jika dibandingkan dengan perkembangan sector pendidikan di zaman dulu, misalnya di daerah Bomela, pada tahun 1990 – 2000 itu Guru – guru sangat aktif mengajar dan menetap di tempat.Tapi memasuki pada tahun 2001 hingga sekarang guru – guru yang bersedia mengabdi di daerah tinggal beberapa orang, bahkan antara 2000 – 2010 yang tetap mengajar hanya 3 orang di SD YPK Bomela. Lantas terkenal daerah tertinggal, terbelakang dan tidak terjangkau. Meski demikian, hasil dari pengabdian yang tanpa mengenal lelah, pengabdian yang sesungguhnya dengan hati, mampu bersaing dengan daerah – daerah lain.

Seiring berjalannya waktu yang diimbangi dengan kemajuan di sector pendidikan di daerah Bomela Kabupaten Yahukimo, sehingga kemajuan itu mengantarkan pola pikir anak – anak daerah ikut terpengaruh aktif. Sebenarnya pendidikan itu sudah biasanya dilakukan oleh orang – orang terdahulu kala sebelum injil diberitakan, tapi terkenal pendidikan adat yang masih primitive, walaupun layaknya pendidikan non formal saatini. Meski pendidikan non formal tapi pada prakteknya sangat efektif. Pendidikan adat itu pun dapat diajarkan dengan jangka waktu yang ditentukan dan diajarkan oleh orang – orang yang terpilih berdasarkan pengalaman, kecerdasan, keaktifan dan tentunya didukung dengan ilmu hitam yang jitu. Namun demikian, pendidikan adat itu pun tidak berpengaruh aktif dalam mengubah pola pikir. Lingkungan dimana mereka ada, itu pun sangat mempengaruhi dalam peradaban manusia di zaman itu.
 
Peradaban perkembangan zaman yang ditandai dengan penyebaran Injil ke seluruh pelosok Papua melalui hamba – hambaTuhan, mampu mengubah situasi itu. Dalam keadaan itu sector pendidikan menjadi perhatian utama bagi pemberita – pemberita Injil Kristus. Sehingga akhirnya putra – putri (anak-anak) dari daerah Bomela mengenal pendidikan dan mampu bersaing dengan orang lain. Sejak itulah pola pikir dahulu alias primitive berubah, bahkan perkembangan zaman yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahun dan teknologi ini mampu mengeserkan pola pikir primitive. Satu hal yang pasti bahwa kemajuan daerah dapat ditentukan oleh kemajuan sector pendidikan pada daerah itu. Pendidikan mampu mengubah segalanya, baik yang berdampak positif maupun yang berdampak negative.
 
Semoga Artikel ini bermanfaat bagi Pembaca sekalian! 
Teleb!

PENTINGNYA BERORGANISASI BAGI PEMUDA/I UNA DI ERA MODERN



Penulis :PanuelMaling (Sekretaris IS-UKAM Wilayah Jayapura)

PEMUDA/I UNA PADA ZAMAN DAHULU
Pemuda/I UNA pada zaman dulu memang sudah membuktikan bahwa mereka tidak pantas untuk di pandang sebelah mata. Buktinya, Masih ingat kah dengan PKU???? Tentu anda semua masih ingat dengan Organisasi tersebut. Ya Persekutuan Keluarga UNA (PKU) adalah organisasi pemelopor kebangkitan Pemuda UNA pertama di Papua. PKU berdiri pada tahun 1980-an. Berlanjut  lagi pada tahun 1990-an para pemuda kita dengan gagah berani berhasil mengikrarkan persatuan mereka yang kita sebut dengan PKU. Dan puncaknya pada tahun 2000 dimana saat itu pemuda kita ikut andil dalam mempelopori perjuangan pemekaran kabupaten pegunungan Bintang maupun kabupaten Yahukimo hingga akhirnya kita bisa benar-benar merasakan bagaimana persatuan. Rentetan sejarah ini memperlihatkan pada kita betapa besar perubahan yang dapat dilakukan oleh pemuda. Tak dapat dielakkan lagi maju mundurnya suatu daerah tergantung dari sentuhan-sentuhan perubahan yang dapat dilakukan oleh generasi muda.

PEMUDA/I UNA PADA ZAMAN SEKARANG
Kita lihat pemuda sekarang, calon pemimpin masa depan. Dewasa ini sering kali kita lihat di kehidupan sehari-hari berbagai problematika dari obat-obatan, Judi, minum-minuman keras, seks bebas hingga pengangguran sering kali menimpa pemuda kita. Di sini baru terlihat eksistensi seorang pemuda lebih terlihat sebagai beban ketimbang harapan. Sungguh ironis memang, mengingat SDM pemuda yang kita miliki tidaklah buruk. Padahal sudah berulang kali generasi muda kita berhasil membawa nama baik UNA di pentas local maupun nasional. Namun apalah arti sebuah kegeniusan apabila tidak diimbangi dengan kesadaran akan pentingnya bekerja dalam tim.


PERAN ORGANISASI

Tanpa kita sadari, disinilah peran organisasi sangatlah dibutuhkan. Dimana dari sinilah pemikiran-pemikiran hasil bentukan pemuda ditampung yang kemudian diwujudkan dengan pergerakan-pergerakan yang bertujuan untuk kebaikan bersama. Disini pula para pemuda mampu mengembangkan diri membentuk pendewasaan pikiran serta melakukan daya analisis tinggi, dan yang terpenting adalah kemauan bekerja dalam tim. Hanya dengan bersatu perubahan dapat kita lakukan. Namun nampaknya peran organisasi sendiri masih seringkali dipandang sebelah mata oleh segelintir orang UNA. Yang mereka lihat organisasi adalah suatu kelompok yang beranggotakan orang-orang yang suka merusak, pemalas, ataupun orang-orang yang hanya bisa berkoar-koar belaka tanpa ada tindakan. Padahal kenyataannya sungguhlah tidak demikian. Hanya saja mereka yang tidak paham akan makna pentingnya suatu organisasi dalam membangun suatu daerah tertinggal.

 

KESIMPULAN

Oleh karena itu, marilah kita tanamkan pada diri kita sendiri, semangat kebersamaan dan persatuan. Kita bangkitkan kembali semangat pemuda UNA terdahulu. Kita tunjukkan bahwa kita bisa melakukan perubahan yang baik pada dunia. Kita perangi bersama orang-orang yang memandang sebelah mata organisasi, karena mereka semua adalah pembunuh kreatifitas.

Ayo Bangkit Pemuda UNA!!!

Artikel ini sudah kami update di http://facebook.com/Grup.IS_UKAM