Sunday, May 31, 2015

KETIKA “PENGAMPUNAN” SEMAKIN MAHAL

Penulis : Malin6, Panuel (Mahasiswa)




Dewasa ini ditengah perkembangan zaman banyak kalangan beranggapan bahwa menyibukan diri dengan masalah orang lain adalah prioritas utama dalam kehidupan sehari – hari. Bahkan masalah dianggap sebagai pokok pembahasan terpanas akhir – akhir ini. Hal ini terjadi ketika peran simpati, empati dan pengampunan kembali menjuat sebagai sesuatu yang langka dalam langkah hidup pribadi, kelompok maupun masyarakat luas. 

Murah hati selalu berkenaan dengan sikap memberi; entah memberi waktu, tenaga, materi, atau juga memberi diri. Namun, tidak semua pemberian bertolak dari kemurahan hati. Sebab bisa saja orang memberi dengan maksud tertentu, alias ada pamrihnya.

Dalam bahasa Yunani murah hati adalah eleemon (bahasa Ibrani : Khessed). Kata ini mengandung tiga pengertian: (1) Simpati, kesediaan untuk menanggung kesusahan dan kesedihan orang lain; (2) Empati, kesediaan untuk menempatkan diri pada “posisi” orang lain; ikut merasakan dan mengalami apa yang orang lain rasakan dan alami; (3) Pengampunan, kesediaan untuk memaafkan orang lain yang menyakiti atau disakiti, lalu memulai kembali relasi baru tanpa dibayangi kebencian.

Pada zaman modern sekarang ini, nilai – nilai kemurahan hati terkikis. Simpati menjadi sesuatu yang langka. Orang bisa sambil tertawa – tawa membicarakan musibah yang menimpa orang lain, atau bahkan tega menambah kesulitan kepada orang lain yang hidupnya sudah susah. Empati juga semakin sukar ditemui. Orang gampang melontarkan celaan, fitnahan, gosip, ejekan terhadap orang lain, tanpa memikirkan bagaimana kalau mereka atau keluarga mereka yang mengalaminya. Begitu pula pengampunan, semakin mahal. Yang subur justru balas dendam; mata ganti mata, gigi ganti gigi, pukulan dibalas pukulan, bom dibalas bom. Malah semakin runyam.

Kemurahan hati adalah cerminansifat Allah. Dan tugas manusia adalah terus menumbuhkan dan mengembangkannya dalam kehidupan sehari – hari. Untuk itu kita bisa memulainya dari lingkungan kita yang paling dekat. 

Masalah yang dihadapi oleh orang lain dan atau pun kita, sudah waktunya tidak kita memasarkan akan hal tersebut. Justru kita harus menempatkan diri pada posisi dimana mereka berada. Karena kita pun tidak sadar jika hal yang sama bisa menimbah diri kita tanpa kita sadari kapan akan terjadi. Oleh sebab itu, harga pengampunan yang kini menjuat mahal harganya, harus menyadari dan menurunkannya. Pergunakanlah sisa hidup ini untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita, atau pun sebaliknya. Bangun relasi sejajar dengan sejauh mana tingkat kita bisa melakukannya. Karena berbuat murah hati terhadap sesama kita (horizontal) adalah sudah tentu kita melakukan kehendak Tuhan Yang Maha Esa.

Selagi bumi ini masih berputar mengelilingi matahari, jangan sekali – kali ada yang berpikir bahwa masalah tidak akan ada di dalam hidup kita. Tapi akuilah bahwa suatu saat nanti entah kapan waktu dan ruangnya, pasti kita akan berputar menginjakan kaki pada area yang sama”. Jadi, hendaklah setiap orang yang mengakui bahwa Kristus adalah Raja Damai dan Juruselamat, maka kini waktu yang tepat untuk menjalani teladan Kristus.
Semoga artikel ini memberikan angin segar guna merefresh kesenjangan hidup ini,

Kata Kunci : “Kemurahan hati pada zaman sekarang ini ibarat segelas air segar di padang gersang

Semoga Bermanfaat..!!!

PERNYATAAN SIKAP PENOLAKAN EKSPLORASI ILEGAL DI DISTRIK LANGDA, KABUPATEN YAHUKIMO PROVINSI PAPUA - INDONESIA





Bentuk Pernyataan Sikap Penolakan





Masuknya Investor (tim survey) di Wilayah UKAM tepat di Distrik Langda Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua dalam rangka melakukan survey pertambangan yang disinyalir di komandoi oleh Bupati Kabupaten Yahukimo menarik perhatian Mahasiswa/I Asal UKAM se-Indonesia untuk MENOLAK survey tersebut dan mendesak Badan Pengurus Pusat IS-UKAM agar segera memfasilitasi untuk melakukan pertemuan dengan suku – suku yang ada di Kabupaten Pegunungan Bintang dan Kabupaten Yahukimo dalam waktu dekat, karena terjadi kontroversi pro dan kontra diantara masyarakat dan terdapat mayoritas masyarakat yang kontra terhadap adanya survey tersebut.

       Hal ini disikapi oleh Mahasiswa dan menolak karena masuknya Investor secara leluasa untuk melakukan survey pertambangan menciptakan ruang kontroversi pro dan kontra bagi masyarakat setempat yang bisa berujung berpecahan kekerapatan masyarakat setempat. Dengan demikian, Mahasiswa/I UKAM mengkaji adanya survey tersebut ternyata pihak investor sejatinya tidak mematuhi langkah – langkah yang seharusnya dilakukan sebelum turun pada daerah prospect untuk melakukan survey pertambangan tersebut. Penolakan tersebut didasarkan pada:
1.    Tim survey, dalam hal ini Bupati Kabupaten Yahukimo tidak melakukan pertemuan dengan seluruh komponen masyarakat setempat untuk memperoleh izin survey pada daerah prospect tersebut. Karena sampai sejauh ini para Mahasiswa/I, para kaum Intelektual, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh masyarakat awam dan pimpinan lembaga lainnya buta akan informasi tersebut dalam hal memberikan izin.
2.    Dalam tahapan survey keterlibatan anak – anak putra daerah tidak diutamakan, seolah – olah dijadikan sebagai objek.
3.    Masuknya Tim survey pertambangan di Distrik Langda untuk melakukan survey dan kehadiran bupati yang berkapasitas sebagai kepala daerah berjalan diatas kepentingan untuk memperoleh izin dalam hal ini terdapat indikasi politik. Karena melibatkan orang – orang yang sejatinya adalah kaki – tangan daripada Bupati sendiri.
4.    Ada indikasi Bupati melobi memperoleh izin dari masyarakat dengan mengambil hati menyalurkan sejumlah bantuan langsung ke masyarakat, pada hal sampai 10 tahun Bupati memimpin KabupatenYahukimo tidak pernah memberikan bantuan serupa secara langsung. Sehingga mahasiswa/I UKAM menyikapi bahwa bantuan secara langsung seperti ini sudah selayaknya dilakukan oleh orang nomor satu tanpa ada unsur kepentingan di dalamnya.
5.    Masyarakat yang mempunyai hak ulayat tidak hanya dari masyarakat Distrik Langda tetapi menyebar di distrik – distrik lain dari kabupaten pegunungan Bintang dan kabupaten Yahukimo yang sebenarnya sebelum lakukan tahapan survey harus memperoleh izin dari masyarakat tersebut.
6.    Izin yang diberikan oleh Kementerian – kementerian terkait maupun pemerintah Provinsi untuk melakukan survey sampai sejauh ini belum diperjelas kepada Masyarakat untuk mengetahui dan menindaklanjuti pemberian izin melakukan survey.
7.    Setelah melakukan survey pertambangan, tindaklanjut penangung jawaban di duga ada peralihan ke PT. Verolina yang notabenenya adalah milik dari pada keluarga Bupati sendiri.
8.    Pegunungan Bintang dan Yahukimo mempunyai hak yang sama. Yahukimo punya hak karena administrasi pemerintahan tetapi bagi Pegunungan Bintang mempunyai hak karena kesamaan asal usul manusia APLIM APOM dari teleb sampai di telepomen dan bukan dari teleb sampai nare.
9.    Kami tidak mau terjadi persoalan besar sama seperti yang sering terjadi di TIMIKA karena jumlah penduduk di UKAM sangat sedikit. Bila tambang Emas dihadirkan di daerah ini maka ribuan masyarakat adat akan mati terbunuh.
10.  Dampak buruk yang akan ditimbulkan akan dirasakan juga di beberapa suku. Seperti Suku UKAM, Kimyal, Ketengban bahkan beberapa suku yang ada di kabupaten Boven Digoel dan sekitarnya.
  1. Isi sambutan Bupati dalam pertemuan dengan masyarakat di langda mengandung janji – janji yang sebenarnya tidak bisa dapat dikaitkan dengan eksplorasi (terdapat indikasi politik).
  2. Eksplorasi dianggap illegal karena berpotensi membodohi masyarakat UKAM.

Papua memiliki jumlah penduduk sangat kurang. Jika tambang hadir di seluruh Papua maka orang asli Papua akan habis terbunuh. Anak daerah jangan jadi actor dalam memusnahkan orang asli Papua dengan cara-cara tidak wajar seperti ini. Yang menjadi masalah di sini adalah Survey Tambang Emas dilakukan tanpa adanya kesepakatan bersama masyarakat setempat dan para Investor. Anehnya lagi, Bupati Yahukimo dan kaki tangannya berhasil membodohi masyarakat dengan hanya memberi uang atau barang sebagai bentuk transaksi memperoleh izin dari masyarakat setempat. Tambang hadir tentunya menghadirkan masalah bagi masyarakat di sekitarnya bahkan dirasakan pula oleh seluruh orang Papua.
Berdasarkan kajian beberapa hal diatas, Mahasiswa/I UKAM menolak masuknya Investor melakukan survey pertambangan di distrik Langda dan rencana survey pertambangan di distrik – distrik lainnya yang berada di pemerintahan Kabupaten Yahukimo.

MEMORI P2MKB BERDUKA : Gugur Sang Ketua P2MKB Penuh Sejarah

P2MKB : saat laporan ketua Panitia Natal P2MKB. Insert : Documentasi Natal 2014

Dalam sejarah perjalanan hidup manusia yang tidak tentu ini diwarnai dengan dua buah kata yang pasti dan tetap melekat pada setiap kehidupan manusia, yakni SUKA & DUKA. Hal ini tentu dilalui hari demi hari oleh pelajar & Mahasiswa/I Klasis Bomela, bersukacita disaat berkumpul bersama dalam kegiatan ibadah, disaat bermain bola, disaat diskusi, disaat bercanda, disaat bermain bersama teman, dan disaat ngobrol berduaan. Dan ini merupakan aktivitas sehari-hari anak-anak P2MKB, sembari menikmati hidup yang penuh indah di dalam Tuhan. Sukacita itu pun tak pernah surut, namun selalu ada bagaikan air yang selalu mengalir. Meski demikian, ditengah kehidupan itu berlangsung disetiap saat, dukacita pun ikut membarengi perjalanan hidup ini. 

Izak tangis yang tak terbendung itu pun harus dicucurkan oleh anak-anak P2MKB disaat Ketua persekutuan ini harus menepati janji sang pencipta. Kita tidak sadar kapan sang pencipta hendak memenuhi janjinya untuk mengambil nyawa setiap orang yang menjadi anak-anak-Nya. Ditengah-tengah aktivitas seharian pelajar dan mahasiswa/I Bomela sedang berlangsung, dalam waktu tidak terduka, tibalah harinya untuk sang ketua harus pergi meninggalkan seluruh anggota (meninggal). Tepat pada hari sabtu, tanggal 30 Mei 2015; pukul 10.30 WS, sangat ketua yang berwajah cerah dan mudah tersenyum ini harus menghentikan nafas terakhir ditengah-tengah keluarga besar P2MKB. Berdukacita karena kepergian saudara/I, adik/kakak, teman/kawan pun harus diterima meski tak terima secara arafiah. Air mata pun tak sangkup tertahan, dan itulah yang dirasakan warga P2MKB disaat sang ketua yang suka bertanya dan ingin tahu sesuatu yang baru ini pergi mendahului yang masih hidup kehadapan sang pencipta.

Tercatatlah dalam sebuah memory P2MKB ‘Gugur Sang Ketua P2MKB Penuh Sejarah’; lembaran sejarah baru dalam P2MKB sejak terbentuk hingga sekarang nampak harus ditulis lagi. Berikut ini merupakan beberapa temuan sejarah yang dilakukan oleh ketua P2MKB periode 2014-2015; a.n SELOT NABYAL versi penulis artikel ini, diantaranya :
1.      Tahun 2013, Ketua Panitia Natal P2MKB ketika masih SMA kelas I. (Sejarah)
2.      Tahun 2014, Terpilih menjadi Ketua P2MKB periode 2014-2015, ketika masih SMA kelas II. (Sejarah)
3.      Tahun 2014, menjadi Ketua P2MKB ke-9 yang termuda dalam daftar ketua-ketua P2MKB sejak terbentuk. (Sejarah)
4.      Tahun 2015, ketua P2MKB yang gugur pertama ditengah masih aktif menjalankan roda kepemimpinan persekutuan demi memenuhi rencana Tuhan sang pencipta. (Sejarah)
5.      Tahun 2015, tercatat dalam daftar nama pelajar dan mahasiswa Bomela yang gugur dalam medan pendidikan. (Sejarah)

Sifat sang ketua yang gugur dalam medan pendidikan ini terkenal sebagai orang pendiam tapi genius, ramah tanpa pandang bulu, suka tantangan yang bersifat positif, suka sharing/diskusi, setia, jujur, rajin dan banyak belajar tentang hal-hal baru. Karena sifatnya yang baik dan proaktif terhadap hal-hal baru itu membuat dalam bursa pemilihan ketua baru P2MKB periode 2014-2015, anggota tidak segan-segan untuk memenangkannya secara mutlak dan ia mengalahkan lawan-lawannya dengan memperoleh suara terbanyak. Tidak heran, jikalau ia diperhitungkan dalam persekutuan sebagai ketua termuda. 

Peristiwa kepergian (meninggal) sang ketua ini menuntut agar P2MKB harus ekstra berpikir siapa sosok pengganti kursi terpanas dalam persekutuan ini. Mungkin mencari sosok yang sifat setara dengan almarhum ini tidak bakal didapat, tapi posisi terpanas akan diisi dengan orang nomor 2 di P2MKB akan bergeser menjadi orang nomor 1 berdasarkan kode etik persekutuan yang berlaku.



Potret Rangkaian Resepsi Pemakaman Sang Ketua P2MKB


P2MKB : Foto Ibadah Pelepasan Jenazah Di Gedung Gereja Petra Sentani

Izak tangis yang tidak terelakan kembali menyelimuti rangkaian pelepasan jenazah alm. Zelot Nabyal dari tempat bersemayam jenazah menuju tempat ibadah penghormatan atas karyanya dalam membantu pelayanan gereja di wadah persekutuan P2MKB yang adalah perpanjangan tangan dari pelayanan umum. Ibadah pelepasan jenazah yang dipimpin oleh pelayan Jemaat ‘Pdt. Nebius Maling, S.Th’ ini menghibur suasana duka yang dialami keluarga besar P2MKB. Ibadah pelepasan jenazah ini dimulai pada pukul 13.35 WS dan berlangsung ± 30 menit. Setelah melakukan ibadah pelepasan akhirnya jenazah diarak keluar dari dalam gereja menuju tempat pemakaman setelah penyerahan jenazah secara simbolis kepada keluarga pihak duka (P2MKB) oleh majelis jemaat. Perjalanan panjang yang ditempuh dari tempat gereja menuju kuburan pemakaman umum yang terletak di polomo sentani ini ditempuh dengan durasi waktu ± 15 menit, dengan menggunakan roda dua dan roda empat, dibarengi sirene mobil ambulance bertanda sedang menggiring jenazah dihalunan jalan raya. Sampai tiba di tempat pemakaman, disana sudah ada warga yang menunggu untuk ikut membantu dalam mengikuti resepsi pemakaman. ± 10 menit lakukan ibadah lanjutan sebelum akhirnya jenazah sang lelaki bertubuh tampan ini dimakamkan. 

Setelah ibadah lanjutan selesai, akhirnya pihak pimpinan gereja, pimpinan persekutuan, alumni persekutuan serta pihak keluarga secara bersama menurunkan jenazah ke dalam liang kubur dan dibantu oleh beberapa anggota simpatisan. Proses ini berlanjut tanpa ada kendala apa pun. Pada akhirnya, sekitar pukul 16.38 WS resepsi pemakaman telah selesai. Kemudian ditutupi dengan peletakan krans Bungan oleh pihak gereja, pihak persekutuan dan pihak keluarga duka (mewakili pihak mama, bapa, om dan keluarga terdekat lainnya).

Akhirnya ibadah penutupan kedukaan secara menyeluruh dilakukan pada pukul 19..> WS. Ibadah penutupan kedukaan ini dipimpin oleh Penatua Melkias Kipka, tek pembacaan terambil dari kitab 1:21-24. Dengan melakukan ibadah ini maka kegiatan kedukaan secara universal ditutup secara resmi berhubung ada kegiatan berlanjut ditingkat jemaat maupun persekutuan.

Akhir kata : Selamat Jalan Pak Ketua P2MKB “SELOT NABYAL”

By. Maling, Panuel (Tanggal, 31 Mei 2015; Pukul 00.00 WIT)