Wednesday, July 6, 2016

KETIKA 3 (TIGA) SANG KREATOR GUGUR DI MEDAN PENDIDIKAN

Penulis : Panuel Maling, ST

Berita Kehilangan Sang Guru SD YPK Bomela

          Sebuah impian menjadikan SD YPK Bomela menjadi sekolah yang unggul dan terdepan di kawasan pegunungan tengah Papua kini menjadi sebuah cerita bagaikan awan air di daun talas. Gugurnya beberapa sang kreator (guru) ini merupakan sebuah kontradiksi SD YPK Bomela menuju sekolah yang  unggul dan terdepan.
            Hari semakin larut, semua aktivitas manusia di kota terpanas ini berhenti mengimbangi gelap kulita malam. Aktivitas para perawat RSUD terbaik ketiga di wilayah Pegunungan Tengah Papua ini mulai meredup seiring berjalannya waktu mendekati jam tidur. Tepat hari minggu, 12 Juni 2016; pukul 18.15 WP, ajal menjemput sang kreator (guru) SD YPK Bomela. Sang guru yang ramah dan mudah tersenyum di sekolah ini meninggalkan banyak cerita dan kenangan dalam dunia pendidikan di SD YPK Bomela. Apa yang mau dikata, semua ini berjalan atas campur tangan Bapa Sorgawi. Beliau yang mempunyai pengalaman suka dan duka yang banyak di SD YPK Bomela ini merupakan yang ke-3 dari deretan sang kreator SD YPK Bomela yang gugur di medan pendidikan. Sarjana tidak menjamin eksistensi sebuah sekolah, jika sang Pencipta berkata lain pada nasib sang kreator Sumber Daya Manusia (SDM) pada suatu daerah. 
Setelah tahun 2013 gugur seorang guru yang cerdas, Guru. Marinus Aluwa, Amd.PAK; menyusul tahun 2014 gugur juga seorang guru yang setia, sabar dan genius, Guru. Titus Balyo; kemudian ditahun 2016 gugur pula  sang guru yang cerdas, mudah tersenyum dan ramah, Guru. Panus Alya, Amd.PAK. Apa kata dunia jika sang guru gugur di medan pendidikan. Suatu daerah akan maju dan berkembang apabila Sumber Daya Manusia (SDM) pada daerah tersebut seimbang antara kualitas dan kuantitas. Ketiga guru yang gugur ini adalah figur terbaik di dunia pendidikan di daerah Bomela. Di genggaman tiga guru yang gugur ini, SD YPK Bomela menjadi sekolah panutan dalam menghasilkan mutu lulusan yang berkompeten dan daya saing. Karena ilmu dan motivasi (kreator) mereka, anak-anak didiknya banyak yang menjadi Sarjana. Banyak sarjana muda yang kini diperhitungkan kualitasnya adalah tidak terlepas dari polesan tangan besi sang guru yang gugur.
Adalah sebuah kebanggaan memiliki guru yang cerdas, ramah, sabar, setia, dan mudah tersenyum. Namun kini menjadi sebuah kenangan, banyak hal yang mereka lakukan di SD YPK Bomela. Menyebut nama ketiga orang ini, sudah tentu sangat susah dilupakan oleh generasi penerus Distrik Bomela. Semoga saja impian mereka menjadikan SD YPK Bomela menjadi sekolah yang unggul dan terdepan ini ada di benak para generasi selanjutnya. Apapun posisi, keadaan, serta siapa pun kita hari ini adalah hasil dari polesan tangan besi mereka. Kesuksesan anda dan saya hari ini, ditentukan oleh pembentukan awal yang baik oleh mereka. “Kesuksesan anda dan saya hari ditentukan oleh mereka yang terdahulu, kesuksesan mereka yang akan ditentukan oleh berapa besar tindakan anda dan saya hari ini”.
Kemajuan suatu daerah yang sejahtera dan damai, nasibnya dapat ditentukan oleh berapa guru yang unggul dan kompeten di daerah itu. Guru merupakan awal dimana setiap orang memulai kehidupan yang baru. Pola pikir seseorang berubah, kebiasaan hidup orang berubah, kesejahteraan hidup manusia terwujud hanya melalui goresan tangan sang guru. Ketika Jepang dibombardir oleh sekutu, Kaisar Jepang, yakni “Hirohito” bangkit dan bertanya kepada orang terdekatnya, “Berapa guru yang masih ada di Jepang? Kita bangun Jepang sejajar dengan bangsa – bangsa lain”.
Perkataan Kaisar Jepang itu dibuktikan dalam sejarah. Jepang bangkit dan
menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama untuk menjadi suatu bangsa yang
besar. Mereka akhirnya diperhitungkan oleh Negara – Negara barat karena kekuatan
ekonominya yang terkenal di benua asia.
Di China juga demikian. Sebuah filosofi dari Negara tirai bambu ini berkata, “Jika
anda mau membangun dalam satu tahun, tanamlah jagung. Jika anda mau
membangun dalam 20 tahun, tanamlah pohon. Jika anda mau membangun dalam satu
generasi, tanamlah manusia.” Filosofi itu menunjukan bahwa pembangunan suatu
bangsa berhubungan erat dengan pengembangan kualitas sumber daya manusianya.
Pembangunan itu harus dimulai dari pendidikan. Lalu bagaimana dengan nasib daerah Distrik Bomela melalui SD YPK Bomela. Filosofi negara China menggambarkan tentang betapa pentingnya dunia pendidikan. Maju dan jayalah SD YPK Bomela, walau pilar-pilar utamanya gugur dan cedera di medan pendidikan.
Sejarah telah mencatat, bahwa suatu negara dan bangsa bisa hancur bukan karena ekonomi, bukan karena militernya lemah, bukan karena tsunami alami yang menimpa, akan tetapi suatu bangsa dan negara hancur karena nasib pendidikannya hancur. Pendidikan merupakan aspek yang sangat penting dan konstruktif dalam kemajuan bangsa dan daerah. Gugurnya tiga pilar utama pendidikan di SD YPK Bomela merupakan cerita bincangnya dunia pendidikan di Distrik Bomela. Jika aspek pendidikan tidak memadai, maka tujuan mewujudkan daerah yang maju dan berkembang tak akan bakal terwujud.
Hasil penelitian Universitas Harvard di Amerika Serikat, menyatakan bahwa; kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skills), tetapi juga kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skills). Hard skills hanya mampu menunjang 20% terhadap kesuksesan, sedangkan kesuksesan 80% ditentukan oleh kemampuan soft skills. Guru merupakan pilar penting dalam mengelola kepribadian seseorang menjadi sukses. Terbukti dengan pengabdian mereka, banyak orang alumni SD YPK Bomela kini menjadi sarjana. Kalau tanpa ada mereka maka apalah artinya mimpi menjadi seorang sarjana. Oleh sebab itu, kehilangan sosok guru-guru yang penuh inspirasi ini merupakan goncangnya dunia pendidikan. Sadar atau pun tidak sadar, berapa tahun kemudian Distrik Bomela akan mengalami dampaknya.
Semoga artikel ini menjadi sebuah refleksi yang panjang dan bermanfaat bagi pemerhati pendidikan di SD YPK Bomela, agar ada bibit-bibit baru yang muncul menggantikan Marinus, Titus dan Panus. “1 guru pergi tapi 1000 guru akan datang”!

TELEB!