Penulis : Panuel Maling, ST
Berita
Kehilangan Sang Guru SD YPK Bomela
Sebuah impian menjadikan SD YPK Bomela menjadi
sekolah yang unggul dan terdepan di kawasan pegunungan tengah Papua kini
menjadi sebuah cerita bagaikan awan air di daun talas. Gugurnya beberapa sang
kreator (guru) ini merupakan sebuah kontradiksi SD YPK Bomela menuju sekolah
yang unggul dan terdepan.
Hari semakin larut, semua aktivitas manusia di kota
terpanas ini berhenti mengimbangi gelap kulita malam. Aktivitas para perawat
RSUD terbaik ketiga di wilayah Pegunungan Tengah Papua ini mulai meredup
seiring berjalannya waktu mendekati jam tidur. Tepat hari minggu, 12 Juni 2016;
pukul 18.15 WP, ajal menjemput sang kreator (guru) SD YPK Bomela. Sang guru
yang ramah dan mudah tersenyum di sekolah ini meninggalkan banyak cerita dan
kenangan dalam dunia pendidikan di SD YPK Bomela. Apa yang mau dikata, semua
ini berjalan atas campur tangan Bapa Sorgawi. Beliau yang mempunyai pengalaman
suka dan duka yang banyak di SD YPK Bomela ini merupakan yang ke-3 dari deretan
sang kreator SD YPK Bomela yang gugur di medan pendidikan. Sarjana tidak
menjamin eksistensi sebuah sekolah, jika sang Pencipta berkata lain pada nasib sang
kreator Sumber Daya Manusia (SDM) pada suatu daerah.
Setelah tahun 2013 gugur seorang guru
yang cerdas, Guru. Marinus Aluwa,
Amd.PAK; menyusul tahun 2014 gugur juga seorang guru yang setia, sabar dan
genius, Guru. Titus Balyo; kemudian
ditahun 2016 gugur pula sang guru yang
cerdas, mudah tersenyum dan ramah, Guru.
Panus Alya, Amd.PAK. Apa kata dunia jika sang guru gugur di medan
pendidikan. Suatu daerah akan maju dan berkembang apabila Sumber Daya Manusia
(SDM) pada daerah tersebut seimbang antara kualitas dan kuantitas. Ketiga guru
yang gugur ini adalah figur terbaik di dunia pendidikan di daerah Bomela. Di
genggaman tiga guru yang gugur ini, SD YPK Bomela menjadi sekolah panutan dalam
menghasilkan mutu lulusan yang berkompeten dan daya saing. Karena ilmu dan motivasi
(kreator) mereka, anak-anak didiknya banyak yang menjadi Sarjana. Banyak
sarjana muda yang kini diperhitungkan kualitasnya adalah tidak terlepas dari
polesan tangan besi sang guru yang gugur.
Adalah sebuah kebanggaan memiliki guru
yang cerdas, ramah, sabar, setia, dan mudah tersenyum. Namun kini menjadi
sebuah kenangan, banyak hal yang mereka lakukan di SD YPK Bomela. Menyebut nama
ketiga orang ini, sudah tentu sangat susah dilupakan oleh generasi penerus
Distrik Bomela. Semoga saja impian mereka menjadikan SD YPK Bomela menjadi
sekolah yang unggul dan terdepan ini ada di benak para generasi selanjutnya.
Apapun posisi, keadaan, serta siapa pun kita hari ini adalah hasil dari polesan
tangan besi mereka. Kesuksesan anda dan saya hari ini, ditentukan oleh
pembentukan awal yang baik oleh mereka. “Kesuksesan
anda dan saya hari ditentukan oleh mereka yang terdahulu, kesuksesan mereka
yang akan ditentukan oleh berapa besar tindakan anda dan saya hari ini”.
Kemajuan suatu daerah yang sejahtera dan
damai, nasibnya dapat ditentukan oleh berapa guru yang unggul dan kompeten di
daerah itu. Guru merupakan awal dimana setiap orang memulai kehidupan yang
baru. Pola pikir seseorang berubah, kebiasaan hidup orang berubah,
kesejahteraan hidup manusia terwujud hanya melalui goresan tangan sang guru.
Ketika Jepang dibombardir oleh sekutu, Kaisar Jepang, yakni “Hirohito” bangkit
dan bertanya kepada orang terdekatnya, “Berapa
guru yang masih ada di Jepang? Kita bangun Jepang sejajar dengan bangsa –
bangsa lain”.
Perkataan
Kaisar Jepang itu dibuktikan dalam sejarah. Jepang bangkit dan
menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama untuk menjadi suatu bangsa yang
besar. Mereka akhirnya diperhitungkan oleh Negara – Negara barat karena kekuatan
ekonominya yang terkenal di benua asia.
menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama untuk menjadi suatu bangsa yang
besar. Mereka akhirnya diperhitungkan oleh Negara – Negara barat karena kekuatan
ekonominya yang terkenal di benua asia.
Di China juga demikian. Sebuah filosofi
dari Negara tirai bambu ini berkata, “Jika
anda mau membangun dalam satu tahun, tanamlah jagung. Jika anda mau
membangun dalam 20 tahun, tanamlah pohon. Jika anda mau membangun dalam satu
generasi, tanamlah manusia.” Filosofi itu menunjukan bahwa pembangunan suatu
bangsa berhubungan erat dengan pengembangan kualitas sumber daya manusianya.
Pembangunan itu harus dimulai dari pendidikan. Lalu bagaimana dengan nasib daerah Distrik Bomela melalui SD YPK Bomela. Filosofi negara China menggambarkan tentang betapa pentingnya dunia pendidikan. Maju dan jayalah SD YPK Bomela, walau pilar-pilar utamanya gugur dan cedera di medan pendidikan.
anda mau membangun dalam satu tahun, tanamlah jagung. Jika anda mau
membangun dalam 20 tahun, tanamlah pohon. Jika anda mau membangun dalam satu
generasi, tanamlah manusia.” Filosofi itu menunjukan bahwa pembangunan suatu
bangsa berhubungan erat dengan pengembangan kualitas sumber daya manusianya.
Pembangunan itu harus dimulai dari pendidikan. Lalu bagaimana dengan nasib daerah Distrik Bomela melalui SD YPK Bomela. Filosofi negara China menggambarkan tentang betapa pentingnya dunia pendidikan. Maju dan jayalah SD YPK Bomela, walau pilar-pilar utamanya gugur dan cedera di medan pendidikan.
Sejarah telah mencatat, bahwa suatu
negara dan bangsa bisa hancur bukan karena ekonomi, bukan karena militernya
lemah, bukan karena tsunami alami yang menimpa, akan tetapi suatu bangsa dan
negara hancur karena nasib pendidikannya hancur. Pendidikan merupakan aspek
yang sangat penting dan konstruktif dalam kemajuan bangsa dan daerah. Gugurnya
tiga pilar utama pendidikan di SD YPK Bomela merupakan cerita bincangnya dunia
pendidikan di Distrik Bomela. Jika aspek pendidikan tidak memadai, maka tujuan
mewujudkan daerah yang maju dan berkembang tak akan bakal terwujud.
Hasil penelitian Universitas Harvard di
Amerika Serikat, menyatakan bahwa; kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan
oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard
skills), tetapi juga kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skills). Hard skills hanya mampu menunjang 20% terhadap kesuksesan,
sedangkan kesuksesan 80% ditentukan oleh kemampuan soft skills. Guru merupakan pilar penting dalam mengelola
kepribadian seseorang menjadi sukses. Terbukti dengan pengabdian mereka, banyak
orang alumni SD YPK Bomela kini menjadi sarjana. Kalau tanpa ada mereka maka
apalah artinya mimpi menjadi seorang sarjana. Oleh sebab itu, kehilangan sosok
guru-guru yang penuh inspirasi ini merupakan goncangnya dunia pendidikan. Sadar
atau pun tidak sadar, berapa tahun kemudian Distrik Bomela akan mengalami
dampaknya.
Semoga artikel ini menjadi sebuah refleksi yang
panjang dan bermanfaat bagi pemerhati pendidikan di SD YPK Bomela, agar ada
bibit-bibit baru yang muncul menggantikan Marinus, Titus dan Panus. “1 guru pergi tapi 1000 guru akan datang”!
TELEB!
