Wednesday, May 25, 2016

Mahasiswa UKAM dalam Genggaman Kepunahan

Penulis : Panuel Maling, ST

Seiring berjalannya waktu yang sangat cepat, tanpa mempedulikan betapa pentingnya kehidupan manusia ini memaksa para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM ) UKAM untuk berpikir ekstra mengatasi faktor kepunahan kaum intelektual yang berkelanjutan. Setiap insan harus sadari bahwa semakin banyak korban (meninggal ), tidak secara langsung sudah menggambarkan tentang betapa mahalnya orang UKAM meracik kemajuan daerah. Mungkin angan-angannya kita hendak menyetarakan diri dengan orang lain, tapi harus ketahui bahwa hal itu tidak akan terwujud apabila tidak ditopang dengan SDM yang memadai. 

Era modernisasi ini tentu membutuhkan orang-orang yang berpendidikan, pola pikir kalangan awam tidak menjanjikan untuk mengarungi dunia yang serba canggih ini. Dinamika modern tentu memberikan persaingan yang cukup signifikan antara daerah yang satu dengan daerah yang lainnya. UKAM yang saat ini telah diwacanakan untuk membentuk Daerah Otonom Baru (DOB) ini tidak sejalan dengan jumlah SDM UKAM akhir-akhir ini. Banyak korban jiwa dimulai dari tingkat dasar hingga tingkat teratas. Meninggalnya beberapa pelajar, mahasiswa dan tenaga kerja tentu merupakan sebuah kerugian besar bagi masyarakat UKAM. Kuantitas data korban yang melanda terhadap mahasiswa UKAM sedang mengalami peningkatan. Ini merupakan sebuah retorika hidup yang terus berjalan secara perlahan tapi pasti. 

Dengan demikian, keberadaan mahasiswa UKAM dalam genggaman kepunahan ini harus segera diatasi. Jangan membiarkan kondisi seperti berputar mengelilingi keberadaan mahasiswa UKAM. Sudah waktunya setiap stakeholder duduk dan mencari solusi mengatasi akar masalah dari banyak korban (meninggal ) tersebut. Sungguh ironis apabila membiarkan keadaan ini berjalan tanpa ada batasnya. 

UKAM membutuhkan orang-orang yang berpendidikan demi merubah daerah tersebut. Untuk membangun sebuah rumah harus memiliki fondasi yang kuat. Sama halnya dengan membangun sebuah daerah harus ada sumber daya manusia yang berkompeten menjawab tantangan kemajuan. 

Demikian artikel ini saya tulis untuk saudara-saudara membaca dan kita tindaklanjuti guna memberantas kepunahan mahasiswa UKAM yang berjalan secara masif. Mungkin saat ini kita tidak sadari betapa pentingnya jumlah SDM UKAM. Tapi suatu saat nanti kita akan merasa kehilangan sosok yang berkompeten menjawab tantangan kemajuan teknologi terhadap dinamika daerah. 
Selamat membaca, TELEB!!