Monday, June 29, 2015

POLITIK YANG DIBARENGI DENGAN KEPEMIMPINAN PRIMITIVE DI KABUPATEN YAHUKIMO

Penulis : Panuel Maling (Mahasiswa)


a.   PENDAHULUAN

 
Kabupaten Yahukimo adalah kabupaten pemekaran dari kabupaten induk, yakni kabupaten Jayawijaya. Sebagai kabupaten pemekaran tentu mempunyai ambisi untuk membangun kabupaten ini sebagaimana yang tertuang dalam visi kabupaten setara dengan kemajuan kabupaten-kabupaten lain di Negara ini. Pemekaran kabupaten yahukimo dilakukan dengan tujuan untuk membangun daerah – daerah terisolir yang tidak mampu dijangkau oleh kabupaten induk. Jika dilihat dari luas wilayah pemerintahan, kabupaten Yahukimo merupakan satu wilayah yang cukup luas, boleh dikatakan memiliki wilayah seantero provinsi Papua. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya jumlah Distrik (51 Distrik), banyak jumlah kampung (517 kampung) dan kepadatan jumlah penduduk terbesar di provinsi Papua.
Ketika kita mencermati Visi yang diusung oleh orang nomor 1 (satu) Kabupaten Yahukimo pada periode pertama dan kedua, yakni: “Terwujudnya masyarakat Yahukimo yang Damai, Sejahtera, Mandiri dan Produktif serta menjadikan Kabupaten Yahukimo sebagai salah satu sentra Pembangunan Kawasan Pegunungan Tengah Papua” ini seolah – olah dijadikan sebagai slogan semata di mata public. Dinamika kabupaten yahukimo yang berjalan tidak sesuai dengan Visi diatas, perlu dicermati dan membangun sebuah dasar yang kuat untuk merevisi kembali dengan tujuan pemekaran. Perkembangan kabupaten yahukimo sejak pemekaran hingga sekarang (13 tahun) berjalan, tidak ada niat dari pimpinan untuk memajukan daerah tersebut. Pemekaran Distrik dan Kampung dengan kuota yang melebihi dianggap sebagai sebuah permainan kepentingan politik semata. Hal ini dapat disikapi penulis artikel ini karena dianggap penting guna memilih sosok pemimpin yang haus akan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat pada pemilihan kepala daerah pada pemilihan serentak tahun 2015.

b. MELIRIK KEMBALI DINAMIKA KABUPATEN YAHUKIMO 13 TAHUN BERJALAN

13 tahun merupakan suatu jangka waktu yang panjang, jika kita adobsikan dengan seorang anak dalam keluarga, anak tersebut sudah berada di kelas VII (Tujuh) Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari umur standar pendidikan. Kecerdasan, kesetiaan, dan keinginan untuk maju dan berkembang tidak bisa dapat diragukan lagi oleh keluarganya. Meski demikian, anak tersebut dia membutuhkan sosok seorang ayah yang bijak dalam membimbing, demikian adaptasi dalam beradapan dunia yang semakin canggih dan modern ini.
Kabupaten Yahukimo adalah sama halnya dengan perumpamaan tentang seorang anak kecil diatas, lahirnya dengan sebuah tujuan yang jelas dan kompeten, berkembang juga harus dibarengi dengan tujuan yang jelas dan tepat pada sasaran pemekaran.
Public yahukimo saat ini tidak asing dengan yang namanya pemilihan kepala daerah, hal itu ditopang dengan pengalaman pemilihan kepala daerah pada dua periode yang telah dilalui pada tahun 2005 dan tahun 2010. Memilih sosok yang haus akan pembangunan pun tidak diragukan dalam Pemilukada tahun 2015. Jika dicermati baik pada pemilukada tahun-tahun sebelumnya, tentu masyarakat Yahukimo dihantui dengan system “money politic”. System ini sebenarnya adalah mengarah pada kemerosotan kepemimpinan, atau sering disebut dengan “Kepemimpinan Primitif”. Menang dengan system money politic, itu dalam kepemimpinan akan berjalan dengan system kepemimpinan primitif. Kepemimpinan primitif adalah kepemimpinan yang berazaskan kekeluargaan dan kesukuan yang tentu ditopang dengan kepentingan politik. Mengapa demikian, untuk membangun sebuah system kepemimpinan primitif, kenyataan dalam memenangkan system ini berjalan diatas kepentingan politik guna mendapatkan dukungan. Walau tidak ada porsi yang merata dalam pemerintahan kepada daerah dan suku yang lain. Dahulu kala, kepemimpinan primitif sudah pernah ada sebelum akhirnya injil dapat mengubah paradigma primitif itu. Dimana orang – orang zaman dahulu mementingkan keluarga dan suku tanpa mengetahui ada suku – suku yang lain, yang mendiami di bumi ini, keadaan hidup sederhana dan belum tahu tentang perkembangan zaman disebut primitif.

Kata primitif menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan bahwa keadaan yang sangat sederhana, belum maju (tt peradaban, terbelakang). Sedangkan contoh dari tindakan primitif salah satu dari 4 (empat) contoh menurut Wikipedia adalah “suatu kegiatan yang jauh dari tatakrama dan norma-norma yang ada maka akan dikatakan primitive”. Jika kata primitive dikaitkan dengan kepemimpinan saat ini, sedikit terbaca ‘aneh’ tapi itu nyata dalam perkembangan kabupaten yahukimo dibawah kepemimpinan Bupati Kabupaten yahukimo dua periode berjalan ini. Dimenangkan dengan system money politic dalam bursa pemilihan kepala daerah, pada penerapannya berjalan dengan system pemerintahan kekeluargaan dan kesukuan. Kabupaten Yahukimo saat ini masih kental dengan kepemimpinan primitive, hal itu dapat terlihat dari kemajuan daerah yang tidak diimbangi dengan kemajuan teknologi yang canggih dan modern.

Tidak setara jikalau saat ini Kabupaten Yahukimo masih tergolong dalam kabupaten tertinggal, dilihat dari umur kabupaten, anggaran pertahun, serta dukungan UU Otsus No. 21 Tahun 2001 tentang kekhususan otonomi daerah sangat berpotensi untuk menyetarakan kabupaten ini dengan kabupaten-kabupaten yang lain. Meski demikian, jika mengulas kembali pada kepemimpinan Bupati Dr. Ones Pahabol, SE,.MM yang berjalan 10 tahun + 3 tahun karateker terlihat tidak genius dalam mengembangkan kabupaten ini. Hal ini dapat terjadi karena ketika proses pemilihan kepala daerah berlangsung, itu ada praktek-praktek “money politic”, sehingga masyarakat juga tidak memilih sosok pemimpin yang haus akan pembangunan daerah secara fisik maupun penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM). Dikatakan kemimpinan primitive pada paragraph sebelumnya itu lahir dari kebijakan – kebijakan Bupati dalam pemerintahan berjalan, dimana penempatan tenaga kerja dalam birokerasi mengacu pada hubungan keluarga dan suku. Begitu pula dalam system politik, semua jaringan yang dipasang untuk bermain di ranah politik semua adalah berbau keluarga dan suku. Sedangkan orang diluar dari suku dan keluarga itu dapat diakomodir dengan suap uang, dan ini bergulir selama 10 tahun kepemimpinan. Terbukti dalam penerimaan CPNS pada formasi – formasi sebelumnya, masih banyak anak-anak putra daerah dari suku-suku lain yang saat ini pengangguran, pengangkatan kepala – kepala SKPD tidak merata. Sadar atau pun tidak sadar, dinamika ini menandakan bahwa kepemimpinan saat ini yang sedang berlangsung adalah kepemimpinan primitive seutuhnya. Jika kepemimpinan ini masih berlanjut, maka visi mensejahterakan rakyat yahukimo hanya sebuah angan – angan alias sebuah mimpi siang bolong semata. Dengan demikian, sudah tiba waktunya menentukan sosok seorang pemimpin yang muda, modern, dan tentunya memiliki jiwa kepemimpinan tanpa pandang bulu. Yahukimo tidak hanya dihuni oleh satu atau dua suku, melainkan lebih dari 5 suku. Oleh sebab itu, hapuslah modus money politic dan kepemimpinan primitive. Kabuapten Yahukimo tidak berkembang dan maju karena penempatan orang yang tidak sesuai dengan profesi pada instansi – instansi terkait, dan ini semua adalah indikasi – indikasi kepemimpinan primitive.

c.OPINI PEMILUKADA 2015

Penantian terpanjang untuk memilih sosok seorang pemimpin yang berjiwa memimpin akhirnya tiba pada tahun 2015 ini. Hal itu ditopang dengan pengalaman 10 tahun yang telah dilewati, pengalaman 10 tahun merupakan pengalaman yang berharga dan berkompeten dalam menentukan siapa sosok seorang pemimpin yang haus akan pembangunan, demi kesejahteraan masyarakat Yahukimo. Pemilihan Kepala Daerah pada periode ini merupakan suatu tantangan tersendiri dalam memilih sosok seorang pemimpin berjiwa modern dan maju setelah 10 tahun lamanya bersemayam di dalam cengkraman kepemimpinan primitive. Sudah cukup lama masyarakat ini tidur dalam jeruji kepemimpinan primitive, yang tidak bisa mempunyai peluang untuk keluar dan berkembang maju. Kala ini merupakan edisi yang terluka, tertindas dan terluar dalam mengarungi hidup yang sederet dengan keluarga dan suku orang nomor satu di kabupaten yahukimo itu.

Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah yang akan berlangsung pada bulan Desember tahun 2015 itu, harus ada sinyal kebersamaan, keakraban, dan loyalitas terhadap suku-suku lain tanpa pandang bulu. Berapa pun yang maju dalam Calon Bupati & Calon Wakil Bupati itu tidak penting, yang penting disini adalah, dari beberapa calon tersebut siapa yang layak membawa kabupaten Yahukimo kepada arah yang lebih baik.

Menuju pada pemerintahan yang sebenarnya, maju dan mandiri demi kesejahteraan masyarakat Yahukimo. Alangkah baiknya terlepas dari praktek – praktek ‘money politic’, bermain politik dalam bursa pemilihan kepala daerah yang benar, adil dan jujur tentu akan berdampak baik dalam menyusun cabinet pemerintahan kabupaten yahukimo yang baik dan benar pula berdasarkan system pemerintahan yang sistematis. Kabupaten Yahukimo yang terkenal dengan kabupaten yang beranekaragam suku ini tentu membutuhkan sosok seorang pemimpin yang bisa mengakomodir seluruh suku – suku yang ada dalam cabinet pemerintahan.

Sejatinya, politik dijadikan sebagai sarana untuk menyatukan perbedaan, sarana untuk menampung seluruh elemen masyarakat dalam rangka memajukan daerah ini kea rah yang lebih baik. Perlawanan melalui partai adalah permainan biasa diajang – ajang perlombaan, tidak bisa karena kalah atau menang yang lain dapat dianaktrikan. Dalam system pemerintahan tidak mengacu pada permainan politik, pemerintahan yang bersih dan benar adalah menyusun cabinet harus bebas dari seluruh kepentingan – kepentingan individu. Baik itu dari sisi partai politik, sisi kekeluargaan dan juga sisi suku. Melainkan harus berlaku bijak dalam merekrut setiap orang – orang yang berkompeten dalam bekerja secara efektif, efisien dan inovatif dalam rangka membangun kabupaten yahukimo sejajar dengan bangsa – bangsa lain.

Pada pemilihan Kepala Daerah tahun 2015 ini, setiap orang memiliki hak untuk menentukan dan memilih siapa sosok yang terpaut pada rakyat. Mengedepankan kepentingan bersama dan memiliki niat untuk membangun daerah ini. Pemerintahan akan hidup, kemajuan daerah akan Nampak, dan Yahukimo akan menjadi sentra pembangunan kawasan Pegunungan Tengah Papua pilihannya ada pada pemilik suara pada pemilihan tahun 2015. Sehingga di pemilihan itulah akan menggambarkan dan menentukan masa depan Yahukimo yang terbilang cerah dan terbangun.

Pilihlah orang yang tepat, sehingga dengan memilih orang yang tepat akan menentukan seluruh aktivitas Kabupaten yahukimo akan berjalan. Jika moment hanya dipergunakan untuk permainan kepentingan semata dalam rangka menghabiskan edisi UU Otsus, maka keinginan masyarakat Yahukimo untuk ingin sejahtera sama dengan masyarakat – masyarakat yang lain akan menjadi angan – angan semata pula. Jadilah pribadi yang cerdas dan benar dalam menentukan siapa sosok yang baik dalam membawa Kabupaten Yahukimo kearah yang baik dan benar pula.
  
d. PENUTUP
Tanpa terkecuali, dinamika politik yang dibarengi dengan pemerintahan primitive ini sudah berjalan 10 tahun tanpa kita sadari. Hal ini menjadi keprihatinan orang – orang yang mempunyai hati untuk membangun Kabupaten Yahukimo. Keprihatinan ini membutuhkan dukungan dari seluruh pihak, untuk mengubah wajah pemerintahan yang telah dan sedang dihantui dengan kepemimpinan primitive. Kepemimpinan yang mengacu pada otoritas, kepemimpinan yang berazaskan kekeluargaan dan kesukuan. Pada periode ini, tepat waktunya untuk menghilangkan noda – noda tersebut.
Barangkali ada yang tidak sependapat dengan judul artikel ini, tapi sebagai anak daerah yang merasakan betapa sadisnya kepemimpinan primitive ini, berpeluang untuk mengungkap keadaan sebenarnya sembari menyatakan system pemerintahan yang berbazis local, yang tidak berpotensi berkembang.
Pada bursa pemilihan Kepala Daerah di tahun 2015 ini, untuk menentukan nasib ada di masing – masing pribadi yang mempunya hak suara untuk menentukan dan memilih. Pilihan yang benar akan menantukan masa depan yang baik dan cerah. Dan pilihan yang salah akan menentukan masa depan yang curam juga. So, berpikirlah secara kritis dan menentukan pilihan yang tepat. Kecerdasan kita dalam memilih pemimpin pada 5 (lima) menit akan menentukan nasib masyarakat pada 5 (lima) tahun mendatang.

Semoga artikel ini bermanfaat dalam rangka mengetahui kondisi nyata pemerintahan Kabupaten Yahukimo dan mengaruingi bursa Pemilihan Umum Kepala Daerah (PEMILUKADA) tahun 2015!

 Teleb!!!!!

PELANGI = DALAM PERBEDAAN TERCIPTA KEINDAHAN, ITULAH IM-GJRP

Ikatan Mahasiswa Gereja Jemaat Reformasi Papua (IM-GJRP) adalah wadah perhimpunan mahasiswa/I asal gereja GJRP. Mahasiswa/I ini berasal dari kabupaten Yalimo, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Mamberamo Tengah dan Kabupaten Jayawijaya. 5 kabupaten ini merupakan bagian dari wilayah pelayanan gereja. Ikatan ini merupakan ikatan yang sangat besar, besar dari perbedaan suku, perbedaan budaya, perbedaan marga dan perbedaan bahasa. Dari perbedaan itu, IM-GJRP mempunyai andil yang sangat besar untuk menyatukan dalam satu ikatan. IM-GJRP merupakan organisasi yang besar karena menjangkau seluruh wilayah pelayanan gereja.

Berdiri pada titik perbedaan tersebut tentu sangat sulit untuk menyatukan, tetapi seberapa banyak perbedaan itu Tuhan tidak memandang hal rumit. Justru atas karya dan anugerah-Nya gereja menjangkau daerah – daerah yang penuh perbedaan. IM-GJRP merupakan bukti nyata karya Tuhan.
Ditengah-tengah peredaan itu, kini IM-GJRP mengabungkan menjadi satu ikatan dalam Tuhan. Pelangi yang diciptakan oleh Tuhan menjadi lambing keberagaman Ikatan Mahasiswa Gereja Jemaat Reformasi Papua (IM-GJRP).

Bangga menjadi bagian dari IM-GJRP!

Teleb, Wali, wa wa wa…!!