Semakin banyak seseorang menyerap INFORMASI, maka semakin terbuka peluang mengelilingi dunia; kata William Henry Harrison, Presiden USA ke-9. Dingdoman News hadir untuk memberikan informasi-informasi terkini dan teraktual tentang perkembangan Bomela, UKAM dan perkembangan dunia yang dianggap penting oleh pemilik blog. Teleb!
Saturday, April 26, 2014
Friday, April 25, 2014
KASIH untuk SABAR
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
(I Korintus 13 : 13)
Panuel, Nius, Peres, David & Naten
Dalam 1 Korintus 13:3-8 tertulis tentang wujud kasih. Ayat 4 menerangkan hal pertama tentang kasih, yaitu sabar atau kesabaran. Ada beberapa ayat mengenai sabar, seperti Amsal 15:18, "Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan pembantahan". Dalam Pengkhotbah 10:4 tertulia, "Jika amarah penguasa menimpa engkau, janganlah meninggalkan tempatmu, karena kesabaran mencegah kesalahan-kesalahan besar". Ada pula ditulis dalam Amsal 16:23a, "Orang yang sabar melebihi pahlawan". Iman mengalahkan dunia, tetapi kasih mengalahkan diri sendiri. Ada beberapa pengertian mengenai kesabaran, antara lain :
Pertama : sabar itu tidak terpancing emosi atau cepat marah.
Tuhan mau kita mengimplementasikan kasih agar dunia tahu tindakan kita. Dalam perjalanan hidup kita, pandangan kita jangan tertuju pada masalah, tetapi mari kita lihat apa yang kita terima kemudian, (1 Korintus 2:9). Penambang emas tidak melihat gunung, tetapi isi dari gunung itu sehingga rintangan apa pun mereka hadapi. Mazmur 37:1 menghimbau kita agar berhenti marah.
Kedua : sabar dalam penderitaan.
Ketika menghadapi penderitaan, manusia seringkali mencari kambing hitam. Rasul Paulus menyadari penderitaan dalam pelayanan sehingga ia bisa bermegah dalam Tuhan. Yusuf menunggu dengan sabar dalam penderitaan sambil mempertahankan kekudusan dan kesucian hidupnya karena ia tahu yang akan ia terima. Roma 12:12 menulis, Bersukacitalah dalam pengharapan dan sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa. Masalah akan menjadi ujian, oleh sebab itu jangan cepat putus harap. Tuhan mengajar kita untuk sabar. Jadi, salah satu implementasi kasih adalah sabar dalam penderitaan.
Ketiga : sabar untuk mendidik.
Mendidik orang itu sukar, membutuhkan kesabaran yang kompleks. Surat 2 Petrus 3:9 menggambarkan berapa lama Tuhan sabar menunggu kita untuk bertobat. Tuhan tidak mau kita binasa. Pada dasarnya Tuhan dengan sabar mendidik kita untuk lebih mengenal arti hidup ini. Kesabarannya merupakan kesempatan untuk kita berbenah diri.
Keempat : Sabar menunggu waktu
Pengkhotbah 3:11 menulis bahwa semua akan indah pada waktunya. Tuhan punya waktu dan tidak pernah terlambat untuk menolong. Kejadian 15-16 menulis ketidaksabaran sara yang berbuntut cekcok berkepanjangan, berdampak pada semua keturunannya pada zaman sekarang. Waktu Tuhan menjanjikan kelegaan itu ada. Yesaya 10:27a, menulis, "Pada waktu itu beban yang ditimpakan mereka atas bahumu akan terbuang, dan kuk yang diletakan mereka atas tengkukmu akan lenyap". Jadi, Tuhan pun mempunyai waktu.
Kelima : sabar dalam perjalanan
Kita harus bisa mengatur waktu dengan baik dan benar. Segala sesuatu dipersiapkan lebih awal ketika akan berpergian. Jangan terburu-buru dalam perjalanan. Perjalanan dapat dilakukan dengan baik dan benar. Hal ini sebetulnya hanya salah satu contoh atau bentuk kesabaran praktis sehari-hari. Mari kita meminta Roh Kudus memampukan kita untuk mengimplementasikan kasih dalam tingkah laku, perbuatan, kita dalam kesabaran. Kata pepatah, kesabaran mulanya pahit, tetapi buahnya sungguh manis.
Semoga artikel ini bermanfaat buat para members sekalian yang berkunjung ke blog ini!
Thursday, April 24, 2014
AKANKAH DISTRIK BOMELA MENJADI KORBAN KALI KE-3 DIATAS KEPENTINGAN PARTAI POLITIK

Foto : Nampak ibu kota Distik Bomela
Kerugian Distrik Bomela 10 tahun (2 Periode) nampaknya tidak ada arti untuk menjadi sebuah bahan evaluasi dan bangkit memperjuangkan kepentingan daerah di pentas politik (pileg) 2014 di muka umum kabupaten Yahukimo. Hal ini tentu dapat terjadi karena sejalan dengan sistem pemerintahan kabupaten Yahukimo, dibawah kepemimpinan Bupati "Dr. Ones Pahabol, SE,.MM" yang tidak sesuai dengan sistem pemerintahan yang mengacu pada Undang-undang Pemerintahan (UUP). Namun berazaskan pemerintahan dibawah kekuasaan partai politik (Partai Golkar).
Berlakunya sistem pemerintahan dibawah kekuasaan partai politik (Partai Golkar) dapat melahirkan kelompok oposisi yang berjuang memenangkan partai dan lawan terhadap partai penguasa kabupaten Yahukimo dibawah kepemimpinan Bupati "Dr. Ones Pahabol, SE,.MM". Sejalan dengan itu, beberapa tahun terakhir upaya mengalahkan partai penguasa oleh orang-orang yang tergabung dalam partai-partai lain di Pileg 2 periode maupun Pilkada 2 periode kembali sirna, alias mengalah dari partai penguasa. Upaya itu terus dilakukan hingga memasuki pada dekade ke-3 pileg 2014 muncullah partai baru yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), milik orang UNA. Hadirnya partai PKB di Pileg 2014 benar-benar membawa dampak besar di belahan timur kabupaten Yahukimo yakni wilayah UNA.
Partai PKB telah memenangkan perolehan suara terbanyak (unggul) di wilayah UNA dengan jumlah suara >800 suara, hal ini membuktikan kalau ada ketidak percayaan orang UNA terhadap kepemimpinan Bupati "Dr. Ones Pahabol, SE,.MM" dibawah kekuasaan partai Golkar yang bernuansa politik kepentingan dirinya semata. Dengan demikian, peluang keberuntungan yang ada di ampang pintu kemenangan kembali sirna begitu saja tanpa kompromi di Distrik Bomela.
Beberapa Calon Legislatif (Caleg) asal Distrik Bomela seolah-seolah baru bangun dari tempat tidur. Hal itu dapat terjadi karena diantara para caleg maupun pimpinan partai tidak mempunyai komitmen untuk mengedepankan kepentingan umum (daerah) di pentas politik tanpa mengedepankan kepentingan partai dan kepentingan individu. Sehingga suara rakyat di Distrik Bomela Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari 3.300 suara tercecer diantara 3 Caleg tersebut. Berikut Perolehan suara masing-masing caleg :
1. Partai PKB (Esana Walle) : 1.741 suara
2. Partai Golkar (Andreas Alya, Amd. Sos) : 1. 034 Suara
3. Partai Demokrat (Kileon Aluwa) : 525 Suara
Sehingga memasuki pada hari terakhir rekapan suara PPD tingkat Distrik di KPU (Jumat, 18 April 2014) juga semua Caleg pada prinsip mempertahankan suara. Padahal Perolehan suara masing-masing Caleg dalam hal ini dukungan pada Caleg dari daerah lain juga terbuka, misalnya Caleg dari Partai Golkar (Andreas Alya, Amd. Sos) memperoleh tambahan suara dari daerah lain mencapai >2.000 dan ini tentu membuka peluang untuk mendapatkan Kursi Legislatif perwakilan masyarakat Distrik Bomela di Kabupaten Yahukimo, jika ada keterbukaan penggabungan suara dari kedua caleg tersebut.
Dengan demikian, jika tidak ada tambahan suara pada masing-masing caleg diatas sampai rapat Pleno tingkat Kabupaten di KPU dilaksanakan, maka sudah tentu "Distrik Bomela Menjadi Korban Kali ke-3 Diatas Kepentingan Partai Politik". kenapa demikian? karena partai PKB juga mempunyai kepentingan untuk mendapatkan kursi, partai Golkar juga mempunyai kepentingan yang sejalan juga dengan pemerintahan berazaskan kekuasaan partai politik, begitu pula dengan partai demokrat.
Dan akhirnya akankah ada pembangunan di Distrik Bomela selama 2 Tahun di bawah pimpinan Bupati Yahukimo "Dr. Ones Pahabol, SE,.MM" tanpa ada perwakilan rakyat Bomela di Kursi Legilatif??? akankah desa-desa yang tidak berpihak pada parta Golkar akan berkorban??
mari kita tunggu hasil akhir rapat pleno KPU..!
Bersambung.................
ABORSI MENINGKAT, ANCAM GENERASI MUDA PAPUA
"Terlambat datang bulan hubungi 0812XXXXX...". Kalimat ini mungkin jamak kita jumpai di lampu merah, tiang listrik, dan tempat umum lainnya. Bagi orang yang paham kalimat pendek tersebut tentu bukan sekedar iklan biasa, melainkan iklan untuk jasa menggugurkan kandungan (aborsi). Hal ini diperkuat dengan dengan terkuaknya klinik aborsi di Papua dan juga aborsi tradisional. Menurut Fact About Abortion, Info Kit on Women's Health oleh Institute for Social, Studies and Action, Maret 1991, dalam istilah kesehatan, aborsi didefinisikan sebagai penghentian kehamilan setelah tertanamnya telur (ovum) yang telah dibuahi dalam rahim, sebelum usia janin mencapai 20 minggu.
Meskipun dianggap ilegal dan dilarang agama, dengan berbagai alasan, termasuk untuk menutupi aib keluarga, masyarakat secara diam-diam melakukan aborsi. Memang secara lugas aborsi masih menjadi kontroversi. Secara agama, jelas aborsi adalah dosa karena sudah membunuh "makhluk hidup" generasi muda. Namun, tidak dapat dipungkiri tindakan aborsi masih tetap marak terjadi di negeri ini. Dengan alasan kesehatan dan hak perempuan, ada juga LSM yang turut memperjuangkan legalitas tindakan aborsi.
Sesungguhnya, secara tidak langsung keberadaan praktek seperti ini memberikan jalan mulus bagi pasangan muda-mudi untuk kebo (seks bebas). Jika terus dibiarkan merajalela, praktik tersebut tentu akan mengancam dan membahayakan generasi muda. Padahal, keberadaan generasi muda (yang berkualitas) memberi dampak besar bagi kemajuan suatu bangsa. Tanpa keberadaan mereka, negeri ini akan mengalami kehancuran.
Terlepas dari kontroversi tersebut, bagaimana kekristenan melihat hal ini? Apakah dengan berbagai alasan manusia dapat melakukan aborsi? Sementara tidak sedikit firman Tuhan yang menyinggung tentang kandungan/rahim yang telah melahirkan generasi muda Kristen berkualitas, seperti Yusuf, Yakub, Musa, Daud, Yesaya, Yeremia, Yohanes, Yesus dan lainnya.
Jika aborsi dibiarkan merajalela di negeri ini, bagaimana nasib generasi muda Kristen selanjutnya? Melaluni fenomena kali ini, Penulis akan mengupas seputar aborsi dan memberikan pengetahuan tentang bahaya dan ancamannya bagi generasi muda Kristiani di Papua.
Penulis artikel ini bukan profesi kesehatan tapi ditulis berdasarkan peristiwa nyata yang sedang merajalela di Papua, khusus di Jayapura.
Semoga bermanfaat!
Penulis : Panuel Maling (Mahasiswa)
MEMAHAMI KESEJATIAN DIRI YANG ASASI "Rendah Hati"
"Mereka yang betul - betul "Isi" tidak pernah takut kalau dirinya tampak Kosong"
Maling, Panuel (April 2014).
Seorang murid begitu mengagumi gurunya. Baginya sang guru adalah sumber pengetahuan, hikmat dan kebijaksanaan. Dalam benaknya, sang guru adalah segala-galanya, begitu luar biasa, dan dapat diandalkan. Ketika kekagumannya semakin kuat hingga cenderung menempatkan sang guru begitu tinggi, sang guru mengingatkan dia dengan sebaris kalimat : "Sesungguhnya semua yang isi itu kosong, dan semua yang kosong itu isi". kalimat pendek itu membuat dirinya bertanya - tanya tentang makna yang sesungguhnya.
"Semua yang isi itu kosong dan semua yang kosong itu isi" adalah kesejatian diri yang asasi. Itulah hakikat yang sesungguhnya dari setiap pribadi. Sebuah metafora yang di dalamnya setiap kita, siapa pun dan bagaimana pun keberadaan kita, tidak pernah ada yang "paling" dan tidak pernah ada yang "minim" sepenuhnya.
Segala sesuatu yang dianggap hebat, kuat, dan sempurna sesungguhnya bukanlah apa-apa. Semua itu hanyalah sementara, sebuah kefanaan dan tidak pernah ada yang kekal. Sesaat memang tampak begitu luar biasa, tetapi dalam sekejap bisa saja berubah menjadi sangat berbeda. Oleh karena itu, kita tidak bisa dan tidak mungkin membanggakan diri dengan sesuatu yang tampak "isi" dalam diri kita, seperti jabatan, kedudukan, posisi, kepemilikan, dan apa pun. Kita tidak mungkin menjaga dan terus mempertahankan semua itu selalu melekat dalam diri kita. Ada waktunya kita harus melepaskannya. Begitu teropsesi terhadap apa yang tampak isi hanya akan membuat kita menjadi pribadi yang kosong. Kita merasa isi dan penuh padahal sesungguhnya kosong.
Sebaliknya, siapa pun yang siap mengosongkan diri, dan melepaskan semua yang tampak isi tanpa merasa berat, tetapi dengan rela dan tanpa beban, sesungguhnya ialah pribadi yang benar-benar "isi". Mereka yang benar-benar "isi" adalah mereka yang rendah hati, tidak sombing. Bukankah bulir gandum semakin berisi akan semakin merunduk, tidak berdiri tegak dan menantang sekitarnya. Hanya bulir-bulir gandum yang kosong sajalah yang berkasnya menjulang.
Tukang Sapu Sekelas Beethoven
Mereka yang betul-betul "isi" tidak pernah takut kalau dirinya tampak kosong karena "isi" atau "kosong" tidak pernah ditentukan oleh penilaian dari luar.
Hal lain yang hendak saya sampaikan adalah: "Nobody has the whole truth, every body has piece of everyting". Di dunia ini tidak pernah ada seorang pun yang memiliki seluruh kebenaran; masing-masing orang hanya memiliki sepotong kebenaran (termasuk saya). Oleh karena itu, tidak pernah ada seorang pun di dunia ini yang sepenuhnya sempurna atau sepenuhnya "isi", selalu saja ada bagian dari dirinya yang dipenuhi oleh orang lain. Begitu juga sebaliknya, tidak pernah ada di dunia ini pribadi yang sepenuhnya "kosong", selalu saja ia dapat memberikan sumbangsih untuk orang lain agar dapat dipenuhkan.
Apa pun dan bagaimana pun keadaan kita, syukurilah dan buatlah yang terbaik dari kehidupan yang kita jalani. Berikanlah semua itu sebagai kontribusi kita kepada dunia. Martin Luther King pernah berkata, "Seandainya pun seorang manusia ditakdirkan untuk menjadi seorang tukang sapu jalan, hendaknya dia menyapu jalan sesempurna Michaelangelo ketika melukis, seindah Beethoven ketika menciptakan musik, dan seagung Shakespeare ketika menuliskan puisi-puisinya. Ia harus menyapu jalanan dengan begitu baik sehingga semua yang dilangit dan di bumi ini ibaratnya terhenti untuk mengagumi dedikasi dan karyanya, sehingga banyak orang berkata, "Di sana ada tukang sapu yang mengerjakan semua pekerjaannya dengan luar biasa."
Kepada pengunjung blog semoga diberkati dengan artikel sederhana ini!
Teleb!
Wednesday, April 23, 2014
PANDANGAN YANG AKAN MENANTANG KEMBALI IMAN ANDA
Penulis : Panuel Maling (Mahasiswa)
Apakah anda pernah mendengar pandangan ini? Sidhata Buddha Gautama mengatakan bahwa hidup ini penuh penderitaan. Penderitaan itu akibat dari dosa. Dan akibat dari Dosa adalah kematian. Dosa umat manusia banyak dan berat, lebih berat dari pada langit dan lebih tebal dari pada bumi. Ia telah meninggalkan semua warisan kepangeranannya, dirinya telah meninggalkan hawa nafsu dan menjadi rahib. Ia memperkirakan perbuatan baiknya tidaklah sedikit. Ia memegang kedelapan perintah yang ada, bahkan sampai 100.000. Apabila dapat melakukan hal ini, ia mengakui tetap tidak dapat menghilangkan satu dosanya sekalipun.
Yang Maha Kudus yang akan menyelamatkan dunia pada masa datang akan memiliki luka - luka pada kedua tangannya dan luka pada kedua kakinya dengan bentuk sebuah gongjak. Pada sisi tubuhnya ada sebuah luka tikaman. Dahinya penuh cacat dan luka. Orang yang maha kudus ini akan seperti kapal emas yang akan sangat besar, yang akan membawa engkau menyeberangi lingkaran penderitaan hingga tiba di surga (sekali anda di surga ini, Anda pasti tidak akan direinkarnasi).
Pandangan ini mengejutkan, kita dapat mempelajari selengkapnya dalam buku berharga "An Insider's View of BUDDHIMS & CHRISTIANITY".
Artikel ini sangat sederhana tapi semoga membantu members sekalian untuk tetap menulusuri informasi selengkapnya...!!
Teleb!
Tuesday, April 22, 2014
MANFAAT MENULIS DI KERTAS
Ternyata, menulis di kertas memiliki manfaat
yang sangat besar jika diandingkan dengan mengetik di komputer. Dan manfaat
menulis di kertas tersebut adalah memperkuat daya ingat serta
kemampuan memahami konsep.
Berasarkan hasil penelitian terbaru yang dirilis dalam jurnal Psychological Science, menulis dengan menggunakan pulpen dan kertas ternyata lebih meningkatkan kualitas belajar jika dibandingkan dengan menggunakan laptop.
Kesimpulan lain dari penelitian tentang manfaat menulis di kertas adalah bahwa menulis merupakan cara yang baik untuk menyimpan gagasan dalam jangka waktu yang panjang. Manfaat menulis di kertas yang lainnya adalah dapat menguatkan proses belajar yang lebih baik dengan mengetik.
Penelitian tentang manfaat menulis di kertas dilakukan dua orang psikolog dari Princeton dan Universitas California, Los Angeles, Pam Mueller dan Daniel Oppenheimer. Dua psikolog tersebut menguji efek menulis di kertas yang dilakukan mahasiswa dalam dua seri percobaan.
Mahasiswa dibagi dalam dua kelompok. Mereka disuruh mendengarkan materi kuliah dari dosen yang sama. Selanjutnya, mereka diperintahkan juga menyimpan hal-hal penting selama perkuliahan dengan menggunakan berbagai strategi yang mereka suka.
Setelah satu setengah jam, mahasiswa diuji soal materi kuliah. Dan hasilnya adalah mahasiswa yang menggunakan laptop lebih "miskin" soal ide. Mereka lebih banyak menghasilkan catatan, tetapi hanya berupa salinan persis kata demi kata (verbatim) atau "transkrip tanpa otak".
Dan mahasiswa yang menulis di kertas menggunakan pulpen didapat hasil yang jauh lebih baik dalam kualitas belajar.
Jelaslah bahwa manfaat menulis di kertas sangat besar. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa menulis di kertas merupakan cara yang tepat untuk menyimpan dan mengendapkan ide gagasan dalam jangka waktu lama.
Berasarkan hasil penelitian terbaru yang dirilis dalam jurnal Psychological Science, menulis dengan menggunakan pulpen dan kertas ternyata lebih meningkatkan kualitas belajar jika dibandingkan dengan menggunakan laptop.
Kesimpulan lain dari penelitian tentang manfaat menulis di kertas adalah bahwa menulis merupakan cara yang baik untuk menyimpan gagasan dalam jangka waktu yang panjang. Manfaat menulis di kertas yang lainnya adalah dapat menguatkan proses belajar yang lebih baik dengan mengetik.
Penelitian tentang manfaat menulis di kertas dilakukan dua orang psikolog dari Princeton dan Universitas California, Los Angeles, Pam Mueller dan Daniel Oppenheimer. Dua psikolog tersebut menguji efek menulis di kertas yang dilakukan mahasiswa dalam dua seri percobaan.
Mahasiswa dibagi dalam dua kelompok. Mereka disuruh mendengarkan materi kuliah dari dosen yang sama. Selanjutnya, mereka diperintahkan juga menyimpan hal-hal penting selama perkuliahan dengan menggunakan berbagai strategi yang mereka suka.
Setelah satu setengah jam, mahasiswa diuji soal materi kuliah. Dan hasilnya adalah mahasiswa yang menggunakan laptop lebih "miskin" soal ide. Mereka lebih banyak menghasilkan catatan, tetapi hanya berupa salinan persis kata demi kata (verbatim) atau "transkrip tanpa otak".
Dan mahasiswa yang menulis di kertas menggunakan pulpen didapat hasil yang jauh lebih baik dalam kualitas belajar.
Jelaslah bahwa manfaat menulis di kertas sangat besar. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa menulis di kertas merupakan cara yang tepat untuk menyimpan dan mengendapkan ide gagasan dalam jangka waktu lama.
Penelitian
lain tentang Manfaat menulis di kertas
Jika mendasarkan pada penelitian lain yang dipublikasikan Intech tentang manfaat menulis di kertas, ditemukan bahwa menulis dengan tangan akan memberikan kesempatan kepada otak manusia untuk menerima umpan balik atau feed back.
Manfaat menulis di kertas tersebut tidak akan terjadi pada orang yang menggunakan papan ketik (keyboard) untuk menulis.
Logika dari manfaat menulis di kertas adalah bahwa pergerakan yang terjadi ketika menulis dengan tangan akan meninggalkan memori (daya ingat) pada bagian sensormotor otak. Hal tersebutlah yang membantu orang mengenal huruf dan membangun korelasi antara membaca dan menulis.
Demikian pembaca setia blog artikel tentang manfaat menulis di kertas.
Teleb!
Penulis : Panuel Maling (Mahasiswa)
BOMELA : Membutuhkan Pemimpin Yang Tegas
Pemimpin Bermasalah Jika ia gagal menangani Kelemahan-kelemahan yang Mencolok dalam karakter dan Mengandalkan Tipu Daya untuk melindungi diri Sendiri.
(John C. Maxwell)
Foto : Distrik Bomela (difoto dari BL Distrik Bomela)
Dijamin, tidak ada pencuri yang ingin perbuatannya ketahuan. Tidak mengherankan, Akhan menjadi terkejut dan panik ketika mendengar bahwa Yosua mendapat Informasi dari Tuhan tentang penyebab kekalahan Israel saat berperang melawan Ai. Kata Tuhan kepada Yosua, "Orang Israel telah berbuat dosa, mereka melanggar perjanjian-Ku yang Kuperintahkan kepada mereka, mereka mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu, mereka mencurinya, mereka menyembunyikannya, dan mereka menaruhnya di antara barang-barangnya" (Yosua 7 : 11). Merespons informasi dari Tuhan, Yosua pun melakukan inspeksi mendadak.
Pengakuan Si Pencuri
Benar saja. Alkitab mengisahkan dalam ayat 16-18, "Keesokan harinya bangunlah Yosua pagi-pagi, lalu menyuruh orang Israel tampil ke muka suku demi suku, maka didapatilah suku Yehuda.
7:17 Ketika disuruhnya tampil ke muka kaum-kaum Yehuda, maka didapatinya kaum Zerah. Ketika disuruhnya tampil ke muka kaum Zerah, seorang demi seorang, maka didapatilah Zabdi.
7:18 Ketika disuruhnya keluarga orang itu tampil ke muka, seorang demi seorang, maka didapatilah Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda". Waduh, betapa gelisahnya Akhan!
7:17 Ketika disuruhnya tampil ke muka kaum-kaum Yehuda, maka didapatinya kaum Zerah. Ketika disuruhnya tampil ke muka kaum Zerah, seorang demi seorang, maka didapatilah Zabdi.
7:18 Ketika disuruhnya keluarga orang itu tampil ke muka, seorang demi seorang, maka didapatilah Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda". Waduh, betapa gelisahnya Akhan!
Tampaknya Yosua melihat kegelisahan dan kepanikan Akhan. Tuturnya lembut, bagaikan seorang ayah kepada anaknya, "Anakku, hormatilah Tuhan, Allah Israel, dan mengakulah dihadapan-Nya; katakanlah kepadaku apa yang kau perbuat........." (ayat 19). Akhan menunduk lesu. Menyesal. Katanya, pelan, "Benar, akulah yang berbuat dosa terhadap TUHAN......" (ayat 20-21).
Setelah mendapat pengakuan dari Akhan, "Kemudian Yosua, beserta seluruh Israel mengambil Akhan bin Zerah, dan perak, jubah dan emas sebatang itu, anak-anaknya yang laki-laki dan perempuan, lembunya, keledainya dan kambing dombanya, kemahnya dan segala kepunyaannya, lalu semuanya itu dibawa ke lembah Akhor" (ayat 24). Di tempat itu Yosua berkata, "Seperti engkau mencelakakan kami, maka TUHAN pun mencelakakan engkau pada hari ini." Lalu seluruh Israel melontari dia dengan batu, semuanya itu dibakar dengan api dan dilempari dengan batu" (ayat 25). Dan demikian dicatat Alkitab, "Lalu seluruh Israel melontari dia dengan batu, semuanya itu dibakar dengan api dan dilempari dengan batu".
Yakinlah bahwa Yosua bertindak demikian pada Akhan dan keluarganya bukan dalam keadaan murka, atau dalam keadaan semangat balas dendam, karena kekalahan yang diderita Israel akibat perbuatan Akhan. sebaliknya sebagamana terdengar dari nada Yosua saat berbicara kepada Akhan di atas, sesungguhnya Yosua sangat sedih ketika menyadari bahwa Akhan telah melanggar perintah Allah. Sebab Yosua tahu betul, ada konsikuensi yang harus ditanggung oleh sang pelanggar tersebut. Namun, betapa pun sedihnya, Yosua tidak bisa menghindar dari kenyataan yang ada.
BOMELA Membutuhkan Pemimpin yang Tegas
Sikap tegas-bahkan keras-Yosua menunjukan betapa kasus Akhan bukanlah kasus sepele. Kasus Akhan, bagi Yosua bukan semata soal seberapa besar nilai atau harga barang yang diambil. Yang terutama menjadi masalah adalah Akhan berani mengambil barang yang bukan miliknya. Akhan telah melakukan pencurian. Dan mengingat perintah "Jangan Mencuri" dalam sepuluh perintah Tuhan (Keluaran 20 : 15), seluruh orang Israel mengetahui betapa serius persoalan in. Kemampuan Yosua menyadari seriusnya kasus Akhan menunjukan kualitas kepemimpinan Yosua. Ia tidak terkecoh dengan nilai atau harga barang yang curian tersebut, tetapi melihat persoalan besar yang mendasarinya. Dengan menangani persoalan secara tegas, Yosua meletakan dasar yang jelas bagi perjalanan orang Israel selanjutnya.
Sejujurnya dan sesungguhnya, pemimpin yang tegas seperti Yosua juga dibutuhkan oleh Bomela. Berbagai kasus dan masalah yang kita hadapi masyarakat Bomela saat ini sangat membutuhkan ketegasan para (bukan hanya satu) pemimpin. Keengganan kita bersikap tegas hanya akan memunculkan beraneka kasus dan masalah baru. Sebaliknya, keberanian kita bersikap tegas akan membawa kebaikan dan manfaat, bukan hanya bagi kita kini, melainkan bagi anak dan cucu kita pada masa depan.
Soli Deo Gloria!
Penulis : Panuel Maling (Mahasiswa USTJ - Teknik Geologi)
Jabatan : Koordinator Umum P2MKB di Jayapura
BAHASA ALAM YANG MENYENTAK
Bencana Tidak Disukai Orang. Seandainya Memungkinkan, Bencana dienyahkan dari Muka Bumi. Namun, tahukah kita di balik bencana tersimpan maksud yang menyadarkan.
By : Maling, Panuel (maret 2014)
Ketika sedang menulis artikel ini, berbagai media nasional dan lokal ramai melaporkan beragam bencana yang melanda tanah air. Banjir dan Longsor berskala besar di Bomela yang menelan kerugian kebun masyarakat 3 kampung (Kitikni, Bomela Atas dan Sumbat), banjir bandang dan tanah longsor di Manado menelan korban. Lahar dingin Gunung Merapi menyeret truk pengangkut pasir dan mengakibatkan nyawa melayang. banjir menenggelamkan beberapa tempat di Jakarta dan mengakibatkan kerugian yang sangat besar. Gunung Sinabung di Tanah Karo Sumatera Utara belum memberi tanda kapan akan berhenti erupsi. Berita serupa terdengar di berbagai daerah di Indonesia bahkan Luar Negeri.
Dalam hati muncul pertanyaan sederhana, "Mengapa manusia yang berintelektual tinggi kalah dengan alam yang tidak memiliki semua itu?" Sungguh pertanyaan tersebut membawa perenungan mendalam. Seandainya pertanyaan yang sama dialamatkan kepada Anda, kira - kira apa jawaban anda? Dalam perenungan mendalam, penulis sampai pada kesimpulan bahwa manusia yang hebat tersebut harus mengakui dengan rendah hati bahwa ia tak kuasa melawan alam. Kalau alam saja tak mampu ditaklukkan, bagaimana dengan pencipta alam semesta ini. Pasti, Dia jauh lebih hebat dari ciptaan-Nya.
Bahasa Bencana, bahasa Peringatan
Para intelektual, akademisi, selalu berbicara mengenai kemajuan teknologi dan manfaatnya bagi kehidupan. Tentu, kita menyambut baik semua itu. Teknologi diperlukan dalam banyak sisi kehidupan. Berkat kemajuan teknologi komunikasi, kita tidak harus pergi ke kantor pos untuk mengirim surat, kita tidak harus tulis surat dengan tangan untuk kirim ke kota-kota yang lain. Sekarang hal itu dapat dilakukan melalui surat elektronik (e-mail) atau jejaring sosial berbiaya sangat murah dan cepat.
Akan tetapi, bencana mengingatkan kita bahwa teknologi tidak selamanya mampu menolong manusia. Teknologi menemui kebuntuan pada titik tertentu. banjir bandang menerjang tanggul hingga jebol meskipun tanggul telah dibangun dengan teknologi canggih. Rekayasa cuaca dapat dilakukan, tetapi hanya bertahan sekian lama, lalu akan kembali ke keadaan awal. Hujan pasti turun tanpa meminta izin para pakar teknologi.
Bahasa bencana ialah bahasa peringatan agar manusia tidak sombong. Sehebat apa pun pengetahuan yang di punyai, ada titik yang tidak bisa terpecahkan olehnya. Hal ini bukan berarti kita tidak perlu mengejar dan belajar ilmu. Namun, kiranya kita sadar bahwa ilmu bukan segala-galanya. Seseorang yang masih mengaku Kristen di negeri ini pernah mengatakan Iman kepada Tuhan Yesus lebih baik diganti dengan ilmu pengetahuan karena ilmu pengetahuan telah melalui seleksi keilmuan. Menurutnya, iman kepada Tuhan Yesus tidak dapat dibuktikan secara ilmu pengetahuan. Namun, pemahaman demikian terbantahkan dengan sendirinya. Ilmu pengetahuan bukan segalanya. Ilmu pengetahuan ada keterbatasan dan titik tertentu dimana ia bungkam. Ketika seorang ibu sembuh total dari kanker yang di derita puluhan tahun, dokter bingung, bagaimana mungkin doa bisa menyembuhkan kanker.
Ingat Penyebab Utama
Semua kecanggihan manusia dalam berbagai bidang hanyalah anugerah Allah. berbicara mengenai anugerah mengingatkan manusia agar tidak berlaku sombong. Pencapaian apa pun yang pernah digapai manusia bukan karena kehebatannya. Lagi-lagi, semua adalah pemberian Tuhan secara gratis bagi manusia. Ketika ia mulai tidak menghiraukan Tuhan dalam hidup, hasil pencapaian itu mulai dikoreksi agar ia sadar dan kembali kepada penyebab utama, yakni Tuhan sendiri.
Bagaimana sebaiknya kita memahami bencana? bagi penulis, bencana adalah cara efektif yang dipakai Tuhan untuk menyapa dengan kasih. Manusia cenderung mengeraskan hati, bahkan merasa tidak perlu Tuhan selama masih kuat. Namun, ketika bencana menyapa, manusia sadar bahwa tanpa Tuhan ia bukan siapa-siapa. Harta yang merupakan berkat Tuhan sering diunggulkan melampaui Tuhan sendiri. Namun, ketika harta dihanyutkan banjir, sadarlah ia bahwa harta bukan segala-galanya. Tuhan diatas segalanya!.
Selamat Membaca!
Teleb!
Monday, April 21, 2014
Jurnal Politik Pileg 2014 di Distrik Bomela
PEREBUTAN SUARA RAKYAT DITENGAH
PELUANG MENDUDUKI KURSI LEGISLATIF ADA DI AMPANG PINTU
Pemilihan
Umum anggota legislative DPRD, DPRP, DPR-RI & DPD-RI Tahun 2014 di Distrik
Bomela menjadi daerah sasaran perebutan suara oleh partai politik dengan menggadaikan
anak putra daerah di masing – masing partai politik.
Dikatakan
suara rakyat adalah ‘suara Tuhan’ seolah – olah menjadi sebuah ungkapan di
mulut semata. Semakin mudah mengungkapkan kalimat ini di hadapan public, namun
pada prakteknya suara rakyat dijadikan sebuah permainan. Hal ini dapat terjadi karena
masing – masing Calon Legislatif (Caleg) mementingkan kepentingan partai dan
kepentingan individu tanpa memikirkan kepentingan daerah alias kepentingan umum
pada daerah itu sendiri.
Untuk
menduduki kursi legislative Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten
Yahukimo pada periode 2014 – 2019 dari Distrik Bomela ada di ampang pintu jika
semua caleg mempunyai komitmen untuk memanfaatkan suara rakyat Bomela yang ada
untuk kepentingan bersama. Namun demikian, pertahanan prinsip dari masing –
masing caleg demi kepentingan individu menciptakan area perebutan suara rakyat
di pentas politik.
Upaya
perebutan suara rakyat di pentas politik lahir dari sebuah penilaian latar
belakang yang tidak logis. Para caleg, pemilik partai, pendukung dan simpatisan
yang menjadi actor perebutan suara rakyat tidak berada pada persimpangan jalan
yang menentukan arah dari mana datang, kemana pergi dan kendaraan apa yang
sedang ditumpangi. Oleh sebabnya, pemberian suara oleh rakyat kepada masing –
masing caleg tidak dapat dipertanggung jawabkan dengan baik, andaikan tidak ada
caleg yang lolos dan menduduki kursi legislative.
Bersambung……
Penulis : Maling, Panuel (Saksi mata Pelaksanaan Pileg di Lapangan)
Subscribe to:
Posts (Atom)

