"Terlambat datang bulan hubungi 0812XXXXX...". Kalimat ini mungkin jamak kita jumpai di lampu merah, tiang listrik, dan tempat umum lainnya. Bagi orang yang paham kalimat pendek tersebut tentu bukan sekedar iklan biasa, melainkan iklan untuk jasa menggugurkan kandungan (aborsi). Hal ini diperkuat dengan dengan terkuaknya klinik aborsi di Papua dan juga aborsi tradisional. Menurut Fact About Abortion, Info Kit on Women's Health oleh Institute for Social, Studies and Action, Maret 1991, dalam istilah kesehatan, aborsi didefinisikan sebagai penghentian kehamilan setelah tertanamnya telur (ovum) yang telah dibuahi dalam rahim, sebelum usia janin mencapai 20 minggu.
Meskipun dianggap ilegal dan dilarang agama, dengan berbagai alasan, termasuk untuk menutupi aib keluarga, masyarakat secara diam-diam melakukan aborsi. Memang secara lugas aborsi masih menjadi kontroversi. Secara agama, jelas aborsi adalah dosa karena sudah membunuh "makhluk hidup" generasi muda. Namun, tidak dapat dipungkiri tindakan aborsi masih tetap marak terjadi di negeri ini. Dengan alasan kesehatan dan hak perempuan, ada juga LSM yang turut memperjuangkan legalitas tindakan aborsi.
Sesungguhnya, secara tidak langsung keberadaan praktek seperti ini memberikan jalan mulus bagi pasangan muda-mudi untuk kebo (seks bebas). Jika terus dibiarkan merajalela, praktik tersebut tentu akan mengancam dan membahayakan generasi muda. Padahal, keberadaan generasi muda (yang berkualitas) memberi dampak besar bagi kemajuan suatu bangsa. Tanpa keberadaan mereka, negeri ini akan mengalami kehancuran.
Terlepas dari kontroversi tersebut, bagaimana kekristenan melihat hal ini? Apakah dengan berbagai alasan manusia dapat melakukan aborsi? Sementara tidak sedikit firman Tuhan yang menyinggung tentang kandungan/rahim yang telah melahirkan generasi muda Kristen berkualitas, seperti Yusuf, Yakub, Musa, Daud, Yesaya, Yeremia, Yohanes, Yesus dan lainnya.
Jika aborsi dibiarkan merajalela di negeri ini, bagaimana nasib generasi muda Kristen selanjutnya? Melaluni fenomena kali ini, Penulis akan mengupas seputar aborsi dan memberikan pengetahuan tentang bahaya dan ancamannya bagi generasi muda Kristiani di Papua.
Penulis artikel ini bukan profesi kesehatan tapi ditulis berdasarkan peristiwa nyata yang sedang merajalela di Papua, khusus di Jayapura.
Semoga bermanfaat!
Penulis : Panuel Maling (Mahasiswa)
No comments:
Post a Comment