Friday, April 25, 2014

KASIH untuk SABAR

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
(I Korintus 13 : 13)



Panuel, Nius, Peres, David & Naten
 
Dalam 1 Korintus 13:3-8 tertulis tentang wujud kasih. Ayat 4 menerangkan hal pertama tentang kasih, yaitu sabar atau kesabaran. Ada beberapa ayat mengenai sabar, seperti Amsal 15:18, "Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan pembantahan".  Dalam Pengkhotbah 10:4 tertulia, "Jika amarah penguasa menimpa engkau, janganlah meninggalkan tempatmu, karena kesabaran mencegah kesalahan-kesalahan besar". Ada pula ditulis dalam Amsal 16:23a, "Orang yang sabar melebihi pahlawan". Iman mengalahkan dunia, tetapi kasih mengalahkan diri sendiri. Ada beberapa pengertian mengenai kesabaran, antara lain :

Pertama : sabar itu tidak terpancing emosi atau cepat marah.
Tuhan mau kita mengimplementasikan kasih agar dunia tahu tindakan kita. Dalam perjalanan hidup kita, pandangan kita jangan tertuju pada masalah, tetapi mari kita lihat apa yang kita terima kemudian, (1 Korintus 2:9). Penambang emas tidak melihat gunung, tetapi isi dari gunung itu sehingga rintangan apa pun mereka hadapi. Mazmur 37:1 menghimbau kita agar berhenti marah.

Kedua : sabar dalam penderitaan.
Ketika menghadapi penderitaan, manusia seringkali mencari kambing hitam. Rasul Paulus menyadari penderitaan dalam pelayanan sehingga ia bisa bermegah dalam Tuhan. Yusuf menunggu dengan sabar dalam penderitaan sambil mempertahankan kekudusan dan kesucian hidupnya karena ia tahu yang akan ia terima. Roma 12:12 menulis, Bersukacitalah dalam pengharapan dan sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa. Masalah akan menjadi ujian, oleh sebab itu jangan cepat putus harap. Tuhan mengajar kita untuk sabar. Jadi, salah satu implementasi kasih adalah sabar dalam penderitaan.

Ketiga : sabar untuk mendidik.
Mendidik orang itu sukar, membutuhkan kesabaran yang kompleks. Surat 2 Petrus 3:9 menggambarkan berapa lama Tuhan sabar menunggu kita untuk bertobat. Tuhan tidak mau kita binasa. Pada dasarnya Tuhan dengan sabar mendidik kita untuk lebih mengenal arti hidup ini. Kesabarannya merupakan kesempatan untuk kita berbenah diri.

Keempat : Sabar menunggu waktu
Pengkhotbah 3:11 menulis bahwa semua akan indah pada waktunya. Tuhan punya waktu dan tidak pernah terlambat untuk menolong. Kejadian 15-16 menulis ketidaksabaran sara yang berbuntut cekcok berkepanjangan, berdampak pada semua keturunannya pada zaman sekarang. Waktu Tuhan menjanjikan kelegaan itu ada. Yesaya 10:27a, menulis, "Pada waktu itu beban yang ditimpakan mereka atas bahumu akan terbuang, dan kuk yang diletakan mereka atas tengkukmu akan lenyap". Jadi, Tuhan pun mempunyai waktu.


Kelima : sabar dalam perjalanan

Kita harus bisa mengatur waktu dengan baik dan benar. Segala sesuatu dipersiapkan lebih awal ketika akan berpergian. Jangan terburu-buru dalam perjalanan. Perjalanan dapat dilakukan dengan baik dan benar. Hal ini sebetulnya hanya salah satu contoh atau bentuk kesabaran praktis sehari-hari. Mari kita meminta Roh Kudus memampukan kita untuk mengimplementasikan kasih dalam tingkah laku, perbuatan, kita dalam kesabaran. Kata pepatah, kesabaran mulanya pahit, tetapi buahnya sungguh manis.

Semoga artikel ini bermanfaat buat para members sekalian yang berkunjung ke blog ini!

No comments:

Post a Comment