Pemimpin Bermasalah Jika ia gagal menangani Kelemahan-kelemahan yang Mencolok dalam karakter dan Mengandalkan Tipu Daya untuk melindungi diri Sendiri.
(John C. Maxwell)
Foto : Distrik Bomela (difoto dari BL Distrik Bomela)
Dijamin, tidak ada pencuri yang ingin perbuatannya ketahuan. Tidak mengherankan, Akhan menjadi terkejut dan panik ketika mendengar bahwa Yosua mendapat Informasi dari Tuhan tentang penyebab kekalahan Israel saat berperang melawan Ai. Kata Tuhan kepada Yosua, "Orang Israel telah berbuat dosa, mereka melanggar perjanjian-Ku yang Kuperintahkan kepada mereka, mereka mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu, mereka mencurinya, mereka menyembunyikannya, dan mereka menaruhnya di antara barang-barangnya" (Yosua 7 : 11). Merespons informasi dari Tuhan, Yosua pun melakukan inspeksi mendadak.
Pengakuan Si Pencuri
Benar saja. Alkitab mengisahkan dalam ayat 16-18, "Keesokan harinya bangunlah Yosua pagi-pagi, lalu menyuruh orang Israel tampil ke muka suku demi suku, maka didapatilah suku Yehuda.
7:17 Ketika disuruhnya tampil ke muka kaum-kaum Yehuda, maka didapatinya kaum Zerah. Ketika disuruhnya tampil ke muka kaum Zerah, seorang demi seorang, maka didapatilah Zabdi.
7:18 Ketika disuruhnya keluarga orang itu tampil ke muka, seorang demi seorang, maka didapatilah Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda". Waduh, betapa gelisahnya Akhan!
7:17 Ketika disuruhnya tampil ke muka kaum-kaum Yehuda, maka didapatinya kaum Zerah. Ketika disuruhnya tampil ke muka kaum Zerah, seorang demi seorang, maka didapatilah Zabdi.
7:18 Ketika disuruhnya keluarga orang itu tampil ke muka, seorang demi seorang, maka didapatilah Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda". Waduh, betapa gelisahnya Akhan!
Tampaknya Yosua melihat kegelisahan dan kepanikan Akhan. Tuturnya lembut, bagaikan seorang ayah kepada anaknya, "Anakku, hormatilah Tuhan, Allah Israel, dan mengakulah dihadapan-Nya; katakanlah kepadaku apa yang kau perbuat........." (ayat 19). Akhan menunduk lesu. Menyesal. Katanya, pelan, "Benar, akulah yang berbuat dosa terhadap TUHAN......" (ayat 20-21).
Setelah mendapat pengakuan dari Akhan, "Kemudian Yosua, beserta seluruh Israel mengambil Akhan bin Zerah, dan perak, jubah dan emas sebatang itu, anak-anaknya yang laki-laki dan perempuan, lembunya, keledainya dan kambing dombanya, kemahnya dan segala kepunyaannya, lalu semuanya itu dibawa ke lembah Akhor" (ayat 24). Di tempat itu Yosua berkata, "Seperti engkau mencelakakan kami, maka TUHAN pun mencelakakan engkau pada hari ini." Lalu seluruh Israel melontari dia dengan batu, semuanya itu dibakar dengan api dan dilempari dengan batu" (ayat 25). Dan demikian dicatat Alkitab, "Lalu seluruh Israel melontari dia dengan batu, semuanya itu dibakar dengan api dan dilempari dengan batu".
Yakinlah bahwa Yosua bertindak demikian pada Akhan dan keluarganya bukan dalam keadaan murka, atau dalam keadaan semangat balas dendam, karena kekalahan yang diderita Israel akibat perbuatan Akhan. sebaliknya sebagamana terdengar dari nada Yosua saat berbicara kepada Akhan di atas, sesungguhnya Yosua sangat sedih ketika menyadari bahwa Akhan telah melanggar perintah Allah. Sebab Yosua tahu betul, ada konsikuensi yang harus ditanggung oleh sang pelanggar tersebut. Namun, betapa pun sedihnya, Yosua tidak bisa menghindar dari kenyataan yang ada.
BOMELA Membutuhkan Pemimpin yang Tegas
Sikap tegas-bahkan keras-Yosua menunjukan betapa kasus Akhan bukanlah kasus sepele. Kasus Akhan, bagi Yosua bukan semata soal seberapa besar nilai atau harga barang yang diambil. Yang terutama menjadi masalah adalah Akhan berani mengambil barang yang bukan miliknya. Akhan telah melakukan pencurian. Dan mengingat perintah "Jangan Mencuri" dalam sepuluh perintah Tuhan (Keluaran 20 : 15), seluruh orang Israel mengetahui betapa serius persoalan in. Kemampuan Yosua menyadari seriusnya kasus Akhan menunjukan kualitas kepemimpinan Yosua. Ia tidak terkecoh dengan nilai atau harga barang yang curian tersebut, tetapi melihat persoalan besar yang mendasarinya. Dengan menangani persoalan secara tegas, Yosua meletakan dasar yang jelas bagi perjalanan orang Israel selanjutnya.
Sejujurnya dan sesungguhnya, pemimpin yang tegas seperti Yosua juga dibutuhkan oleh Bomela. Berbagai kasus dan masalah yang kita hadapi masyarakat Bomela saat ini sangat membutuhkan ketegasan para (bukan hanya satu) pemimpin. Keengganan kita bersikap tegas hanya akan memunculkan beraneka kasus dan masalah baru. Sebaliknya, keberanian kita bersikap tegas akan membawa kebaikan dan manfaat, bukan hanya bagi kita kini, melainkan bagi anak dan cucu kita pada masa depan.
Soli Deo Gloria!
Penulis : Panuel Maling (Mahasiswa USTJ - Teknik Geologi)
Jabatan : Koordinator Umum P2MKB di Jayapura
No comments:
Post a Comment