Sunday, June 1, 2014

RUMUSAN ARTI P2MKB




DEFINISI PERSEKUTUAN
P2MKB adalah Singkatan dari Persekutuan Pelajar Mahasiswa-Mahasiswi Keluarga Bomela. Dimana :
Persekutuan          : Kesatuan dan Kebersamaan orang-orang percaya di dalam Kristus.
Pelajar                  : satu kalangan siswa dari TK, SD, SMP & SMA/SMK dan sederajat.
Mahasiswa/i          : Satu kalangan Mahasiswa/i dari berbagai perguruan Tinggi (PT).
Keluarga               : satu kalangan yang sudah berkeluarga, entah yang kuliah maupun yang
  bekerja.
Bomela                  : Nama daerah Asalnya.

Istilah yang umum dan dipakai dalam Persekutuan ini adalah “3 in 1 Communion”. P2MKB bukan hanya sekedar organisasi saja, namun P2MKB merupakan kumpulan anggota gereja yang menyadari bahwa mereka memiliki sesuatu yang lazim diantara mereka yakni hidup bersekutu mempelajari firman Tuhan.

P2MKB didirikan atas Dasar Alkitabiah yang berpedoman pada “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.  Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat” (Ibrani 10 : 24-25) dan “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah”.(Efesus 2 : 19).

Kata yang dipakai untuk persekutuan dalam bahasa Yunani adalah “Koinonia” yang berasal dari kata dasar “Koinos” yang berarti lazim atau umum. Artinya berkaitan dengan kebersamaan. Adapun kata lain yang dihubungkan dalam koinonia, yakni koinonos yang berarti Sekutu atau sekawan kerja. Kata lainnya yang seringkali dikaitkan dengan koinonia adalah allelous (berarti satu terhadap yang lain). Kata ini dipakai dengan pengertian hubungan yang timbal balik. Yesus berkata “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."(Yohanes 13 : 34-35).

Apa saja yang harus ada di dalam menjalin Kesatuan dalam Persekutuan P2MKB? Cermatilah beberapa hal penting yang harus ada dalam Praktek hidup anak-anak Peresekutuan Pelajar Mahasiswa Keluarga Bomela berikut ini :

1.      Harus Saling Mengasihi

Kebenaran ini ditemukan di dalam perintah baru yang dinyatakan oleh Tuhan Yesus dalam Yohanes 13 (lihat kutipan di atas). Hal saling mengasihi tidak hanya terdapat dari injil dan surat – surat, Yohanes 13 : 34-35; 15:12. 1 Yohanes 3 : 11, 23; 4 : 7 & 11-12 dan Yohanes 5. Melainkan dalam surat – surat Paulus juga : “Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat”.(Roma 13 : 8; baca juga I Tesalonika 3 : 12 & 4 : 9).

Mengasihi bukan hanya sekedar simpati saja ataupun dalam perkataan saja. Kasih itu dinyatakan dalam perkataan dan Perbuatan (Simpati dan Empati). Yohanes mengatakan Anak – anakku, Janganlah kita hanya sekedar mengatakan bahwa kita mengasihi orang lain; marilah sungguh – sungguh mengasihi mereka dan menunjukkan kasih kita dengan perbuatan kita (I Yohanes 3 : 18). Semua ini dapat dilakukan dengan cara praktis seperti pemberian uang ataupun makanan kepada saudara-saudara seIman yang membutuhkan. Saling mengasihi merupakan suatu tanda bahwa orang-orang Kristen adalah benar-benar pengikut Kristus. Kita tidak mungkin bersekutu tanpa adanya ‘KASIH”.

2.      Harus Saling Melayani

Tuhan Yesus adalah teladan kita dalam Pelayanan. Dia memperlihatkan keteladanan seorang hamba dengan menanggalkan jubahnya, dan berpakaian seperti seorang hamba membasuh kaki murid-murid-Nya.  sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu (Yohanes 13 : 15). Pelayanan adalah akibat dari kasih, sehingga ada orang mengatakan kamu bisa melayani tanpa kasih, tetapi engkau tidak mengasihi tanpa melayani Paulus sendiri pernah mengatakan Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. (Lih. Galatia 5 : 13).

3.      Harus Saling Membantu Menanggung Beban

(Galatia 6 : 2) Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. Perintah ini merupakan perintah praktis yang dirangkai oleh Paulus secara relasional. Gereja adalah keluarga Allah, dimana orang-orang Kristen itu merupakan anggota keluarga Allah, keyakinan ini seharusnya tidak berhenti dalam suatu teori yang mati atau dalam perdebatan teologis, melainkan harus teraplikasi di dalam kehidupan kita sehari-hari. Setiap orang percaya yang hidup dalam persekutuan mestinya memiliki karakter-karakter dasar Kristiani yakni rendah hati, lemah lembut, sabar dan mengasihi. Dengan adanya karakter dasar itulah memungkinkan kita untuk turut merasakan kesulitan orang lain, bukan hanya itu kita juga akan membantu mereka.

4.      Harus Saling Mengampuni

Mengampuni dan melupakan, dua hal yang berbeda, orang yang melupakan saja belum tentu mengampuni, tetapi yang paling penting adalah walaupun kita tidak melupakannya tetapi ada pengampunan. Tuntutannya dalam satu tubuh Kristus yang hidup dalam persekutuan adalah saling mengampuni. bagaimana kita bisa bersekutu dengan tenang, kalau di depan kita masih ada musuh. Kita yang merupakan anggota tubuh Kristus, semakin kita saling menyakiti maka semakin sakit, itu sebabnya Paulus mengingatkan kita, Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
(Lih. Efesus 4 : 31-32. Kolose 3 : 12-13 dan Efesus 4 : 1-3).
5.      Harus Saling Mengaku dosa dan Saling Mendoakan

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya (Yakobus 5 : 16). Seorang Kristen boleh mengaku dosanya kepada yang lain dan menerima bahwa dosanya itu telah diampuni oleh Yesus (Lih. I Yohanes 1 : 9).

Konsep keImanan orang-orang percaya sangat penting di sini, namun dalam praktek kehidupan sehari-hari, jarang sekali anak-anak P2MKB mengaku dosanya kepada saudara seiman. Anggota persekutuan tidak percaya satu dengan yang lain, kalau ada hal ini dalam kesatuan tubuh, itu artinya ada masalah. Yakobus mencatat dalam suratnya bahwa Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya (Yakobus 5 : 16 b).

6.      Harus Saling Menasihati

Menasihati sesama tidak perlu sampai dengan memakai gaya emosi atau marah besar, cukup dengan bisik-bisik. Mengapa demikian? Sebab jujur saja tidak semua orang mau dinasehati. Karena semua merasa lebih dari pada yang lain. Sebagai tubuh Kristus, anggota keluarga Allah tidak bisa demikian, semua harus tumbuh dan sama merata sesuai dengan keberadaanya. Jikalau ada seorang anak, yang tubuhnya mulai besar, lalu tangannya dan kakinya serta kepalanya tetap kecil, maka orang tua, ia akan bawa anak ini ke dokter, untuk mengobatinya, karena itu abnormal, tidak mestinya demikian. Demikian juga kalau ada salah satu anggota persekutuan kita bersalah, perlu dinasehati.

7.      Harus Saling Menghiburkan

Mana lebih gampang Menangis bersama atau bersukacita bersama? Tidak gampang ikut bersukacita dengan orang lain, tatkala orang lain berhasil, tatkala orang lain sukses, ; seringkali yang pastinya ada dalam pikiran kita adalah mengapa tidak saya yang sukses? Mengapa tidak saya yang berhasil? Keegoisan kita begitu berpengaruh dalam kehidupan kita, sehingga membuat kita tidak bisa menerima kesukacitaan orang lain. Rasul Paulus hendak menghancurkan tembok keegoisan itu.

Mari kita baca!
I Tesalonika 4 : 18 : Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain. Orang – orang di Tesalonika pada waktu itu kebingungan tentang kedatangan Kristus sehubungan dengan kematian beberapa orang dari antara mereka. Tetapi paulus menjelaskan bahwa kedatangan Yesus tidak hanya menyangkut orang-orang yang masih hidup melainkan orang-orang mati juga. Marilah saling menghibur.

Semoga bermanfaat!

No comments:

Post a Comment