Semakin banyak seseorang menyerap INFORMASI, maka semakin terbuka peluang mengelilingi dunia; kata William Henry Harrison, Presiden USA ke-9. Dingdoman News hadir untuk memberikan informasi-informasi terkini dan teraktual tentang perkembangan Bomela, UKAM dan perkembangan dunia yang dianggap penting oleh pemilik blog. Teleb!
Friday, November 25, 2016
OPINI : PRO-KONTRA TAMBANG EMAS DI LANGDA
Mencermati dinamika masyarakat UKAM sejak era primitif hingga era modernisasi sangat menakjubkan dri berbagai aspek kemajuan. Namun, hingga memasuki setengah abad sejak Injil masuk di daerah UNA perkembangannya tidak menjanjikan kesejahteraan masyarakat selain peran serta SDM & SDA UKAM dalam rangka mengimbangi tantangan persaingan ekonomi global. Menatap masa depan masyarakat UKAM yang CERIA kini menjadi sorotan Publik. Mengapa demikian? silahkan cermati beberapa ulasan opini saya berikut ini!
Memasuki awal abad ke-20, SDM UNA muncul satu persatu dan mulai bekerja dimana2, entah itu di bagian gereja maupun pemerintah. peranannya cukup signifikan dalam memberikan kontribusi pikiran, konsep maupun tindakan di tempat kerjanx masing2. Hasilnya, pada tahun 2003 terjadi pemekaran kabupaten Yahukimo dan Pegunungan Bintang. Fokus orang tua dan gereja dalam menyiapkan kader2 terbaik sangat menarik perhatian. Sehingga beberapa orang perwakilan yg berhasil menduduki kursi legislatif dan bekerja di jajaran pemerintahan fungsional di 2 kabupaten mulai nampak pada tahun 2000-2016 (skrg).
Hal itu menandakan jika grafik SDM UKAM mulai meningkat, tapi kesejahteraan masyarakat asli UNA masih jauh dari kata sejahtera. Bagaimana mau sejahtera, semua orang hanya mencari nafka hidup sendiri2 tanpa mementingkan kepentingan kesejahteraan rakyat kecil. Ditengah kondisi seperti demikian, pada akhir tahun 2014 SDA UNA (Langda) menjadi bidikan para elit politikus. Akhir tahun 2014 dilakukan eksplorasi mineral di Langda oleh pemangku kepentingan (Mantan Bupati Kabupaten Yahukimo) dengan melibatkan beberapa masyarakat setempat tanpa memberi harapan akan kesejahteraan masyarakat. Melihat hal itu, timbul pro-kontra di kalangan masyarakat awam hingga kalangan intelektual dan memilih menolak aktivitas eksplorasi tersebut. Akhir tahun 2016 muncl lgi rencana kgtn syukuran sklgs mengajukan permohonan ke Pemerintah untuk IPR dan WPR menuai protes.
IKWA sebagai penanggung jawab dalam rencana kegiatan tersebut menjadi sorotan publik. IKWA menggandeng PT.Bosowa dlm kegiatan tersebut sebagai fasilitator juga blm ada keterbukaan apakah perusahan tersebut dilibatkan untuk kegiatan eksplorasi saja atau hingga lanjut ke eksploitasi.
Protes mahasiswa dlm kgtn eksorasi tahun 2014 adlh karena tdk ada keterlibatan putra daerah dan ada janji2 politik dlm kgtn eksplorasi oleh Mantan Bupati Kabupaten Yahukimo sebagai penanggung jawab dlm kgtn eksplorasi. Jika dicermati isi sambutannya terkesan mengandung unsur politik guna mengambil hati masyarakat terlepas dri koridor eksplorasi. Setelah protes dilakukan, blm ada solusi yang diambil karena kurang adanya komunikasi yang baik antara masyarakat, mahasiswa dan pimpinan gereja serta pemerintah yang ada di wilayah UNA.
Dalam kondisi tersebut, masyarakat melakukan dulang emas secara manual dan mendirikan IKWA sebagai lembaga masyarakat kampung wasumurji (Mini solusi masyarakat setempat). Maka dalam pengembangannya, mengacu pada UU No. 4 Tahun 2009, IKWA mengambil langkah untuk penetapan lokasi tersebut sebagai WPR. Namun, seyokyanya berdasarkan UU No. 4 Tahun 2009 pasal 22 poin d menginsyaratkan bahwa luas wilayah maksimal 25 hektare. Oleh sebab itu, beberapa elemen masyarakat mengajukan protes atas rencana kegiatan ini.
Mencermati dinamika ini, saya secara pribadi mengharapkan harus ada solusi atas permasalahan ini. Alangkah baiknya IKWA harus terbuka informasi ke khalayak umum agar kegiatan ini berjalan baik apabila ada rencana niat baik demi kesejahteraan masyarakat setempat. Selain itu, bagi elemen2 masyarakat yang menuai protes agar mampu memberikan solusi kepada IKWA agar masyarakat kita tidak selalu hidup dalam lumbung kemiskinan sepanjang masa. Sampai sejauh opini ini saya buat, belum ada reaksi mahasiswa atas persoalan ini. Sesungguhnya, jika IKWA mempunyai landasan hukum yang kuat harus terbuka terhadap rencana ini dengan melibatkan beberapa putra asli.
Selain itu, diharapkan semua komponen yang ada di UNA harus bersatu dan mencarikan solusi. Karena berbicara menyangkut SDA itu berbicara menyangkut kepentingan bersama. Harap setelah aksi protes dilakukan, harus disertai dengan SOLUSI. Disamping itu, jika IKWA mempunyai niat baik, maka harus terbuka informasi ke masyarakat dan slrh komponen yg ada di wilayah UNA. Entah itu pemerintah, gereja, mahasiswa maupun masyarakat. Karena langkah ini belum diambil, maka dampak tantangan ekonomi global akan menjadi pemicu perpecahan diantara masyarakat. Buktinya, beberapa hari belakangan ini sebenarnya masalah ruang lingkup tapi karena egonya dipertaruhkan sehingga menjadi berbincangan publik.
Harus ada pertemuan antara kelompok IKWA dan setiap komponen yang ada di Wilayah UNA secara umum dan lebih khusus di Distrik Langda.
Menurut hemat saya, sesungguhnya IKWA mempunyai langkah yang bagus dalam pengembangan ekonomi rakyat tapi karena informasi blm terbuka sehingga menuai protes. Selain itu, dengan masuki dunia Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), maka mahasiswa harus jeli dlm menyikapi persoalan ini. Demi kemajuan ekonomi rakyat dan kemajuan daerah SDA kini menjadi panutan utama. Oleh sebab itu, sangat penting ada kajian ilmiah atas persoalan ini.
Demikian Opini Saya. Mohon Maaf apabila ulasannya terbatas dan mengandung hal2 yang kurang berkenan dihati para pembaca sekalian.
Penulis : Panuel Maling, ST
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Luar bias kaka panuel terimakasih bnyk atas infokan dan mengenai eksplorasi mineral tesebut di daerah UNA ini saya ras mahasiswa harus bertindak lanjuti.
ReplyDelete