Tuesday, August 15, 2017

JAWABAN MIMPI SANG AYAH/TETE (Alm. Yansaiya Maling)

Oleh: M Panuel, ST


 "Ne sica nimnya obda, wenebda kimnangi kuransya ate sunda nimnya eteren neng akuk dansekandarur" pesan sang ayah/tete (Yansaiya Maling, Desember 2007)

Sebelum Injil masuk di lembah Sain (Distrik Bomela), peperangan antar marga dan antar kampung menjadi suatu kebiasaan sehari-hari. Pemikirian keberadaan manusia di belahan dunia yang lain tertutup hasrat gelap gulita. Daya berpikir yang jauh lebih baik sudah tidak ada di zaman itu. Yang ada saat itu adalah mementingkan keegoisan marga dan kampung. Peperangan merupakan tolak ukur siapa yang kuat (dari aspek taktik, jumlah anggota (prajurit)), siapa yang hebat berperang dan lain sebagainya. Dalam kondisi ini, tidak ada yang namanya KENYAMANAN dan KEAMANAN menjalani hidup sepanjang sejarah kehidupan.

Meski demikian, pelita Injil menelurusuri lembah ini. Dan pada pilihannya menjemput Injil (Kabar Keselamatan) di Pass-Valley dari perwakilan kampung KITIKNI adalah ayah kami (Yansaiya Maling). Orang yang merupakan kepala perang sebelum injil masuk. Penunjukkan ini merupakan keputusan bersama maupun kesediaan serta kerinduan akan perdamaian saat itu. Ayah kami menjadi pelopor dalam masuknya Injil di wilayah Klasis Bomela. 6 (enam) orang berangkat ke Pass-Valley menjemput Injil setelah survey penginjilan dilakukan di Bomela oleh Pdt. Gerrit Kuijt dan penginjil-penginjil.
Dengan demikian, seiring berjalannya waktu, satu per satu dari kami keluar berpendidikan. Dimulai dari anak tunggal hingga kini cucu-cucunya mengikuti jejak. Itulah sebabnya, kami tentunya menyadari bahwa berkat Injil harus bersinar menelusuri gelap semesta. Meskipun dalam kehidupan kami sering mengecewakan sesama kami (manusia) dan terhadap Tuhan dengan perkataan dan perbuatan yang tidak terpuji. Tapi itu sebagai manusia tidak luput dari perbuatan buruk. Kami tetap mensyukuri akan berkat Tuhan sebagaimana adanya. Tuhan itu baik, sehingga kami masih melangkah dan akan terus melangkah, hingga pada puncaknya nanti.
Berikut daftar nama keluarga kami yang mengenyam pendidikan diberbagai jenjang sesuai urutan tahun tamat (selesai):
1. Pdt. Nebius Maling, S.Th (STT John Calvin - Bali)
2. Ananias Maling, S.Pd (Universitas Cendrawasih Jayapura)
3. Mertina Maling (Alm) SMP YPK HEDAM, Abepura 1997
4. Anius Maling, S.IP (USTJ Jayapura)
5. Panuel Maling, ST (USTJ Jayapura)
6. Mina Maling, Amd.Par (Akparis '45 Jayapura)
7. Nerius Maling, S.STP (IPDN - Bandung)
8. Christina Maling, S.Kom (STIKOM Jayapura)
9. Gike Maling (STTR Wamena, Jurusan PAK)
10. Martha Maling (Istri Penginjil Almarhum Esab Urban)
Anak-anak masih dalam bangku TK-SMA.

Ini merupakan sebuah kebanggaan atas anugerah Tuhan melalui kerinduan perdamaian sang ayah kami. Jika Injil tidak masuk di daerah kami, kami bukan siapa-siapanya hidup ini. Oleh sebab itu, kami selalu bersyukur atas campur tangan Tuhan sehingga langkah demi langkah kami menggapai mimpi ayah/tete kami.

Nasihat dan pesan itu akan ada selalu dimana pun kami berada. Terima kasih Ayah kami!
Soli Deo Glory!!

No comments:

Post a Comment